NEWS WEBILOG TRIBUN BATAM
Sembako Kena Pajak, Apa Efeknya Bagi Kepri?
News webilog Tribun Batam mengangkat tema Sembako Kena Pajak dan Efeknya Bagi Kepri, Sabtu (12/6). Menghadirkan Sri Langgeng Ratnasari sebagai narsum
Karena nanti adanya prioritas permintaan sembako. Misalnya nanti di sini permintaan sembako tinggi maka akan diprioritaskan, sementara di pulau kecil permintaannya kecil, jadi mungkin sedikit terabaikan. Sementara kebutuhan makan itu harus bisa terpenuhi oleh semuanya.
Pemerintah juga harus konsen untuk bagaimana masyarakat yang ada di perbatasan. Itu harus dipikirkan bagaimana masyarakat tadi bisa memperoleh ketahanan pangan.
Kita lihat Keperi inikan tidak bisa berdiri sendiri untuk memenuhi kebutuhan pangannya karena bukan penghasil sembako, jadi bergantung dari daerah lain untuk memenuhi kebutuhan itu.
Kalau angin kencang harga cabainya sudah diatas Rp 100 ribu, sayur dan yang lainnya juga naik.
TB: kira-kira apa solusi atau langkah antisipasi yang ditempuh atau sudah harus disiapkan oleh pemerintah daerah jika sembako akhirnya benar-benar kena pajak?
SLR: Jadi yang paling berdampak itu adalah saudara-saudara kita yang dari sisi finansial ada keterbatasan, karena itu pemerintah harus konsen terhadap mereka.
Jadi Pemerintah harus menyiapkan kalau memang kebijakan itu terpaksa harus dilaksanakan. Tapi saya berharap itu tidak terjadi.
Jikapun terjadi Pemerintah harus melakukan operasi pasar minimum 6 bulan, untuk mengabsen ketersediaan sembako, harga sembako ini tidak menambah beban berat bagi masyarakat yang terkendala secara finansial tadi.
Kalau perlu Pemerintah juga harus memberikan subsidi sembako untuk masyarakat yang kurang mampu. Itu yang harus dipikirkan oleh pemerintah, karena semua warga negara juga punya hak dan yang tidak mampu tadi salah satunya tanggungan negara.
TB: Oke baik Bu, tadi Ibu mengatakan pemerintah harus memberikan subsidi kepada masyarakat yang finansialnya di bawah. Kira-kira subsidi yang seperti apa itu Bu?
SLR: Subsidi, saya lebih suka subsidi yang bukan bantuan tunai, tapi langsung bantuan kepada ril sembakonya itu sendiri. Cuman kita harus hati-hati, kadang kalau ada kata subsidi sering kali ada data yang tiba-tiba muncul yang dulunya tidak ada.
Untuk itu kita harus lebih selektif dalam mendata masyarakat yang kurang mampu tadi, sehingga pemberian subsidi kepada mereka tepat sasaran.
Jangan sampai dia sudah mampu secara finansial tapi juga memperoleh subsidi.
TB: Apa pesan Ibu kepada pemerintah daerah dan masyarakat Kepri terkait rencana pemerintah memungut pajak sembako?
SLR: Jadi pesan saya kepada seluruh komponen masyarakat, khususnya perwakilan, DPR Kepulauan Riau, DPRD Kepulauan Riau, Pemerintah Daerah harus segera menyampaikan aspirasi yang mewakili kepentingan masyarakat Kepri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/1406news-webilog-tribun.jpg)