Breaking News:

Pembunuhan di Batam, Pembunuh Tukang Cendol di Pasar Jodoh Ditangkap di Medan

Satreskrim Polresta Barelang menangkap SP pelaku pembunuhan di Batam. SP membunuh Budi, pedagang cendol di Pasar Jodoh, Batam

Editor: Agus Tri Harsanto
TRIBUNBATAM/RONNYE
Seorang pria tewas dibunuh di di depan Samarinda Shoping Center Jodoh, kecamatan Lubuk Baja Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau,  Minggu, (9/5/2021) sore. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Polisi akhirnya menangkap SP, pelaku Pembunuhan di Batam, dengan korban Budi (42).

Budi adalah tukang cendol di kawasan Pasar Jodoh, Lubuk Baja, Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Peristiwa Pembunuhan di Batam itu terjadi pada 10 Mei 2021.

Sebulan berlalu, Satuan Reskrim Polresta Barelang menangkap SP di Medan, Sumatera Utara.

Pengejaran pelaku memang cukup rumit, sebab usai melakukan pembunuhan pelaku langsung kabur ke Medan.

Polisi sempat kehilangan jejak.

Baca juga: KABUR ke Medan dan Coba Hilangkan Jejak, Pembunuh Tukang Cendol di Pasar Jodoh Batam Dibekuk Polisi

Setelah melakukan penyelidikan, akhirnya Satreskrim Polresta Barelang menemukan pelaku di kota Medan.

Seorang pria tewas dibunuh di di depan Samarinda Shoping Center Jodoh, kecamatan Lubuk Baja Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau,  Minggu, (9/5/2021) sore.
Seorang pria tewas dibunuh di di depan Samarinda Shoping Center Jodoh, kecamatan Lubuk Baja Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau,  Minggu, (9/5/2021) sore. (TRIBUNBATAM/RONNYE)

Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Andri Kurniawan saat dikonfirmasi, Rabu (16/6/2021) membenarkan penangkapan pelaku berinisial SP tersebut.

Menurut Andri, penangkapan dilakukan di Kota Medan dini hari tadi.

"Saya masih di Medan, pelaku ditangkap dini hari tadi," sebut Andri menerangkan.

Dikatakan Andri, pelaku memang berupaya menghilangkan jejak dan kabur keluar kota usai melakukan aksinya.

Sejauh ini, Andri belum menjelaskan terkait modus pelaku membunuh Budi tukang cendol di kawasan Jodoh tepatnya di pasar Samarinda.

"Nanti setelah sampai di Batam akan kita periksa. Di sana baru kita tahu apa penyebab pelaku beraksi dengan nekat itu," sebut Andri.

Sejauh ini, anggota buser Macan Barelang masih berada di Medan bersama.

Diketahui, perburuan tersebut dipimpin langsung Kasat Resrkrim Polresta Barelang Kompol Andri Kurniawan.

Baca juga: KESAKSIAN Teman Korban Pembunuhan di Batam, Sudah Sebulan Budi Cekcok dengan Istrinya

Ditusuk Pisau Dapur

Sebelumnya diberitakan, seorang pria yang belakangan diketahui bernama Budi Damanik, ditemukan tewas di depan Pasar Samarinda Jodoh Minggu, (9/5/2021) sore. 

Pria berusia 42 tahun tersebut menghembuskan nafas terakhir setelah ditusuk menggunakan pisau dapur oleh orang tak dikenal.

OP, seorang saksi mata mengatakan, Budi merupakan warga Kavling Bukit Makmur, RT 02, RW 013, Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar Batam yang kesehariannya membantu istrinya berjualan cendol di sekitar Tos 3000 Nagoya, Batam.

"Almarhum tidak ada kerjaan tetap dan setiap hari hanya mondar mandir di sekitar pasar Tos 3000 ini saja. Dia sesekali membantu istrinya berjualan cendol," kata OP.

Saat peristiwa berdarah itu, OP mengaku sedang berada tidak jauh dari lokasi tersebut. 

"Tadi saya sempat melihat pelaku melarikan diri ke arah Top 100 Jodoh, seusai menusuk Budi," lanjutnya.

Suasana di sekitar lokasi kejadian tampak rami.

Mereka terlihat mengelilingi pusat lokasi yang sudah dipasang police line.

Budi yang sudah meninggal dunia menggunaan baju berwarna merah, celana jins berwarna biru tua, mengenakan topi berwarna hitam dan tampak sebuah pisau dapur masih menempel di tulang rusuk bagian kiri.  

Warga terlihat kebingungan bahkan sebagian besar terlihat menangis histeris sembari mengeluarkan kata-kata kasian.

Selanjutnya, mayat Budi dievakuasi oleh polisi Polsek Lubuk Baja menggunakan mobil ambulance ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk penyelidikan lebih lanjut. 

Saat kejadian tersebut, tubuh Budi yang mengenakan topi berwarna hitam tergeletak di tengah tengah jalan tepat di depan gerbang Samarinda Shopping Center.

Salah seorang pedagang yang tidak ingin disebut namanya itu mengatakan, kejadian tersebut bermula dari pertengkaran antara kedua pelaku dan korban sehingga terjadi pembunuhan.

"Tadi saya mau pulang bang, tapi ada orang kelahi. Kondisi pasar juga lumayan sepi, tidak lama setelah itu ada orang teriak kalau yang kelahi itu salah satunya di bunuh. Saya juga ga tau dibunuh pakai apa," kata si pedagang itu. (TRIBUNBATAM.id/Koe Setiawan/ Ronnye Lodo Laleng)

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved