Breaking News:

HUMAN INTEREST

Cerita Irul Mengais Rezeki di Pelabuhan Domestik Sekupang Batam, Sigap Bantu Penumpang

Irul sehari-hari menghabiskan waktu di Pelabuhan Ferry Domestik Sekupang. Di situlah tempatnya mengais rezeki. Ia merupakan Pekerja Harian Lepas

Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Beres Lumbantobing
Cerita Irul Mengais Rezeki di Pelabuhan Domestik Sekupang Batam, Sigap Bantu Penumpang. Foto Muhamnad Nasrul alias Irul, ikut bantu evakuasi pasien sakit keluar dari dalam kapal di ponton dermaga Pelabuhan Domestik Sekupang Batam 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Cerita Pelabuhan Ferry Domestik Sekupang di Batam tak hanya tentang arus pelayaran kapal dan penumpang. Ada banyak kisah di sana.

Terutama cerita tentang mereka yang mengantungkan hidup lewat pekerjaan, jasa dan mengadu rezeki setiap hari di Pelabuhan Domestik Sekupang Batam. Aktivitas petugas parkir, sopir taksi hingga porter pelabuhan akan terlihat setiap hari di sana.

Demi bertahan hidup, mereka harus melalui beragam aktivitas di pelabuhan setiap harinya. Itulah yang dilakukan Muhammad Nasrul (37), satu di antaranya.

Nasrul merupakan Pekerja Harian Lepas (PHL) di Pos Polisi Pelabuhan Ferry Domestik Sekupang. Setiap hari, Nasrul akan menjadi perbantuan polisi. Apa yang dikerjakan polisi di pelabuhan, itu pula yang dikerjakannya sebagai tenaga pembantu.

Nasrul yang akrab disapa 'Bang Irul' itu akan sigap membantu penumpang yang berangkat dan datang. Tatkala melihat penumpang yang membutuhkan bantuan, ia tak segan memberikan bantuan.

Baca juga: Cerita Dokter Cinta Suntik Vaksin Ratusan Warga Batam Tiap Hari: Ada yang Sok Berani

Baca juga: Kisah Pengusaha Kuliner di Batam, Tantang Pandemi lewat Inovasi Es Buah Terserah

Irul sehari-hari menghabiskan waktu di Pelabuhan Ferry Domestik Sekupang. Bagi warga pelabuhan, nama Irul sudah tak asing lagi, apalagi bagi mereka yang sering berkunjung ke pelabuhan.

Lewat pekerjaannya sebagai PHL di Pos Polisi Pelabuhan, pria kelahiran Sumatera Barat, 1984 itu kini dapat memenuhi kebutuhan empat anaknya.

Irul mengaku harus bekerja keras setiap hari untuk dapat membesarkan anak-anaknya itu.

"Berat beban hidup bang, kemarin sempat tak kerja. Kebutuhan di rumah banyak, 4 anak masih kecil. Kelas 4, kelas 2 dan Paud dan satu lagi baru 2 bulan," ujar Irul sembari duduk di pintu kedatangan penumpang di Pelabuhan Ferry Domestik Sekupang Batam, Kamis.

Meski begitu, Irul tak mau mengeluh. Meski bekerja hanya sebatas THL di pelabuhan, ia tetap bersyukur masih memiliki pekerjaan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved