Rabu, 27 Mei 2026

PERBANKAN

Mau Beli Rumah? Pahami Dulu Perbedaan KPR Subsidi dan Nonsubsidi

Salah satu perbedaan KPR subsidi dan nonsubsidi terletak pada ada dan tidaknya campur tangan pemerintah di dalamnya.

Tayang:
Kompas.com
ilustrasi rumah subsidi. Simak perbedaan KPR subsidi dan nonsubsidi 

* Ketika kredit telah lunas, usia maksimum karyawan yakni 55 tahun dan 65 tahun bagi pengusaha atau profesional

2. Harga rumah

Selain syarat pengajuannya, rupanya harga rumah KPR subsidi pemerintah juga berbeda dari harga rumah KPR nonsubsidi.

Seperti yang telah diketahui bersama, pemerintah memberi santunan dana khusus untuk KPR bersubsidi.

Hal tersebut mengakibatkan harga rumah subsidi tergolong lebih terjangkau apabila dibandingkan dengan KPR nonsubsidi.

Harga rumah KPR subsidi pemerintah rata-rata berkisar antara Rp 100 juta hingga Rp 300 juta. Sedangkan, harga rumah KPR nonsubsidi umumnya berada di atas angka Rp 300 juta.

3. Jenis suku bunga

Perbedaan KPR subsidi dan nonsubsidi yang selanjutnya yakni terletak pada jenis suku bunganya. Ketika mengajukan KPR nonsubsidi, Anda akan mengenal 2 tipe bunga yaitu bunga tetap (fixed/flat rate) dan bunga mengambang (floating rate).

Bunga tetap atau dikenal juga dengan fixed/flat rate adalah jenis bunga yang tidak mengalami perubahan dari awal kredit hingga pelunasan.

Artinya, meskipun saldo pinjaman Anda telah berkurang, maka jumlah cicilan yang perlu dibayar akan tetap sama.

Contoh, bank menyetujui pemberian kredit sebesar Rp 48 juta dengan suku bunga flat 12 persen selama 12 bulan. Pinjaman pokok: 48.000.000 Bunga tetap (flat/fixed): 48.000.000 x 12 persen = 5.760.000 : 12 bulan = 480.000 / bulan Cicilan: 48.000.000 : 12 bulan = 4.000.000 / bulan Besar cicilan + bunga yang harus dibayar perbulan: 4.000.000 + 480.000 = 4.480.000 / bulan

Kesimpulannya adalah besar cicilan yang harus Anda bayar setiap bulan hingga pelunasan dan masa tenor habis adalah Rp 4,48 juta.

Angka tersebut tidak akan berubah karena menggunakan jenis suku bunga tetap (flat/fixed).

Sementara itu, bunga mengambang atau floating rate adalah jenis suku bunga yang mengikuti perkembangan tingkat bunga pasar uang.

Sehingga jumlah cicilan pun akan berubah-ubah.  Apabila suku bunga di pasaran melonjak, maka jumlah kredit Anda secara otomatis akan bertambah.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved