Duet Pemerintahan Jokowi-Amin Cetak Utang Baru Rp 13 Triliun dari Bank Dunia
Indonesia mengajukan utang baru 500 juta dollar AS ke World Bank di mana 10 Juli 2021 lalu Bank Dunia juga sudah menyetujui utang 400 juta dollar AS
TRIBUNBATAM.id - Pandemi Covid-19 membuat ekonomi Indonesia mengalami resesi.
Sejumlah pengamat memprediksi dampaknya diperkirakan masih berlangsung dalam waktu lama.
Akibatnya sejumlah pembiayaan pemerintah terpaksa bersumber dari utang yang jumlahnya terus naik.
Yang terbaru Indonesia kembali mengajukan utang 500 juta dollar AS ke Bank Dunia atau World Bank.
Kali ini sumber dana tersebut akan dipakai untuk memperkuat sistem kesehatan nasional.
Sekadar informasi 10 Juli 2021 lalu, Bank Dunia juga sudah menyetujui utang baru yang diajukan pemerintah Indonesia sebesar 400 juta dollar AS.
Baca juga: Pajak Naik Utang RI Capai Rp 6,5 Triliun, tapi Ekonomi Merosot, Elite PKS Kritik Kebijakan Ekonomi
Dengan demikian total utang baru yang ditarik Indonesia selama bulan Juni 2021 sudah mencapai 900 juta dolar AS atau setara Rp 13,04 triliun (kurs Rp 14.480).
Dana tersebut rencananya akan dipakai untuk penambahan tempat isolasi pasien virus corona (Covid-19), tempat tidur rumah sakit, penambahan tenaga medis, lab pengujian, serta peningkatan pengawasan dan kesiapsiagaan menghadapi pandemi.

Selain itu, pinjaman dari Bank Dunia akan dipakai pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memperluas program vaksinasi Covid-19.
"Selain untuk mendukung vaksinasi gratis dari pemerintah, utang ini akan membantu sistem kesehatan Indonesia menjadi lebih baik dan memperkuat sistem pengawasan melalui pengujian dan pelacakan kasus-kasus baru Covid-19," jelas Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dikutip dari laman resmi Bank Dunia, Sabtu (19/6/2021).
Lanjut Budi, dana pinjaman juga akan dialokasikan untuk penanganan dan pencegahan varian virus baru dari virus corona.
Dengan pinjaman baru, pemerintah Indonesia diharapkan bisa memberikan dukungan lebih luas kepada kelompok masyarakat yang selama ini belum terlayani oleh perbankan.
"Pandemi Covid-19 membuat reformasi struktural untuk sektor keuangan menjadi mendesak.
Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk memperkuat sektor keuangan mengingat peranannya yang penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
"Ini mengingat peran penting (sektor keuangan) dalam mengurangi kemiskinan, terutama selama fase pemulihan pandemi Covid-19," kata Sri Mulyani lagi.
Baca juga: Gundukan Utang Garuda, Terjepit di Masa Pandemi Maskapai Pelat Merah Tawarkan Pensiun Dini