PENANGANAN COVID
Kadinkes Batam Tegur Direktur RS yang Tolak Warga Berobat Efek Vaksin Pakai BPJS
Kadinkes Batam Didi Kusmarjadi menegur direktur sebuah rumah sakit swasta di Batam karena menolak pasien berobat menggunakan BPJS Kesehatan
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi akhirnya melayangkan teguran kepada direktur sebuah rumah sakit swasta di Kecamatan Batam Kota.
Teguran itu dilayangkan Kadinkes Batam menyusul viralnya seorang warga Batam yang ditolak berobat di rumah sakit menggunakan BPJS Kesehatan.
Warga bernama Nani itu datang dengan keluhan demam hingga bagian tubuh sebelah kanan tak bisa digerakkan diduga karena efek vaksin covid-19.
"Secara tertulis, belum. Tetapi ke direkturnya secara lisan sudah saya ingatkan," ujar Kadinkes Batam, Didi dihubungi, Senin (21/06/2021).
Lebih tegas lagi, Didi meminta pihak rumah sakit agar mengembalikan biaya pengobatan yang telah dibayar pihak pasien.
Baca juga: Kepri Nomor 3 Capaian Vaksinasi di Indonesia, Wagub Marlin: Ini Ikhtiar Lawan Covid19
Baca juga: BPJS Kesehatan Warga Batam Ditolak RS Keluhkan Efek Vaksin Covid-19
Diketahui, pasien itu akhirnya diberikan perawatan oleh pihak rumah sakit dengan biaya sendiri. Total biayanya Rp 462.300.
"Kata direkturnya (uang) mau dikembalikan ke pasien," ucap Didi.
Sementara itu, pihak rumah sakit belum berhasil dimintai konfirmasinya.
Didi sempat berang mendapati informasi adanya warga yang ditolak sebuah rumah sakit saat berobat akibat merasakan efek samping vaksin.
"Tidak seperti itu, itu rumah sakitnya berarti tidak paham. Ketika pasien sudah memiliki kartu BPJS, itu bisa digunakan dan rumah sakit harus memberikan pelayanan," kata Didi.
Sebelumnya diberitakan, apa yang dialami Nani, warga Batam salah satu perumahan di Kecamatan Batam Kota sungguh miris.
Wanita itu ditolak oleh salah satu rumah sakit setelah kondisi tubuhnya dirasa janggal diduga setelah mendapat vaksin covid-19.
Kondisi Nani pun viral di medsos setelah diunggah oleh akun Abdul Rasyid Sipahutar melalui laman Facebook miliknya.
Abdul yang merupakan perwakilan pihak keluarga yang dikonfirmasi menduga kuat kondisi demam yang dialami Nanti hingga bagian tubuh sebelah kanan tak bisa digerakkan karena efek vaksin covid-19.
Pihak keluarga mengakui jika Nani merupakan salah satu penerima vaksin corona yang digelar di fasilitas umum tempat tinggal mereka, Kamis (17/6) sekira pukul 4 sore.
Efek vaksin covid-19 yang dialami Nani itu, diketahui baru ia rasakan sekira pukul 21.39 WIB.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/03052021kadinkes-batam-dr-didi-kusmajardi.jpg)