PENANGANAN COVID
Karimun Bakal Bangun Laboratorium PCR di RSUD Muhammad Sani
Rencana pengadaan laboratorium PCR di Karimun sebenarnya telah dilakukan sejak tahun 2020 lalu.
Penulis: Yeni Hartati | Editor: Septyan Mulia Rohman
KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Rencana pengadaan laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) di Karimun kembali mengemuka.
Rencana pengadaan laboratoritum PCR di Karimun, sebenarnya telah dilakukan sejak tahun 2020 lalu.
Akan tetapi, karena adanya beberapa kendala yang menjadi penghambat serta peralatan yang belum tersedia, maka belum dapat terealisasi.
Hadirnya laboratorium PCR ini terbilang penting terlebih saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.
Pasien yang dinyatakan positif Covid-19, wajib diperiksa sampelnya guna mengetahui penyebaran dari kasus Covid-19 tersebut.

Penanggungjawab tes PCR RSUD Karimun dr Abdul Muin Ritonga mengungkapkan, terhambatnya pengadaan labor PCR itu karena ada sejumlah peralatan medis yang tidak muncul dalam katalog pemerintah.
Hal itu menyebabkan pihaknya terpaksa untuk menunggu sampai alat tersebut muncul di katalog pemerintah.
"Sekarang baru bisa dilanjutkan. Karena beberapa hari ini sudah muncul di katalog alat- alat yang di butuhkan," ucap Muin, pada Rabu (23/6/2021).
Ia menambahkan, salah satu alatnya ialah Bio Safety Cabinet Level 2, yang berfungsi untuk melindungi analis labor PCR sebelum dan sesudah bekerja di labor.
"Salah satunya Bio Safety Cabinet. Tanpa alat ini kawan-kawan kita akan sulit bekerja karena juga takut terpapar kan jadi memang wajib ada dan alhamdulillah alatnya sudah dipesan," tambahnya.
Alat Bio Safety Cabinet itu juga berfungsi dalam proses pemeriksaan sampel PCR atau ekstraksi.
"Terakhir saya dapat informasi dalam 17 hari ke depan alatnya akan ada sama kita," jelasnya.
Baca juga: Puskesmas di Batam Bisa Layani Test PCR Gratis Bagi Kontak Erat Pasien Covid-19, Ini Prosedurnya
Baca juga: Satu Alat PCR Rusak, BTKL Batam Tetap Bisa Periksa Ratusan Sampel Tiap Hari
Selanjutnya setelah peralatannya memadai, labor PCR Karimun tersebut akan terlebih dahulu menjalani proses visitasi oleh Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Batam sebelum dioperasikan.
"Harapan kita labor PCR tersebut secepatnya beroperasi karena akan sangat membantu sekali dalam upaya pemerintah memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Karimun. Kalau bisa semakin cepat beroperasi semakin baik," jelasnya.
Sementara untuk petugas yang akan mengoperasionalkan labor tersebut, telah di lakukan rekrutmen.