BERITA POPULER BATAM

Berita Populer Batam: Teknis Idul Adha 1442 H di Tengah Pandemi hingga Jadwal Kapal Ferry

Berikut ini tribunbatam.id akan menyajikan informasi tentang Berita Populer Batam sekaligus Berita Populer Kepri per Minggu (27/6/2021)

Kolase Tribun Batam / Leo Halawa
Berita Populer Batam: Teknis Idul Adha 1442 H di Tengah Pandemi hingga Jadwal Kapal Ferry 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Berikut ini tribunbatam.id akan menyajikan informasi tentang Berita Populer Batam sekaligus Berita Populer Kepri per Minggu (27/6/2021) antara lain: 

1. Pemko Batam Tunggu Teknis Idul Adha 1442 H saat Pandemi Covid-19

Pemerintah Kota atau Pemko Batam belum menentukan kebijakan terkait pelaksanaan salat Idul Adha 1442 H.

Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad mengungkapkan jika pihaknya masih menunggu instruksi lebih lanjut dari Kementerian Dalam Negeri untuk menentukan pelaksanaan salat Idul Adha 1442 H pada 20 Juli 2021.

Seperti diketahui, peningkatan kasus covid-19 di Batam masih cukup tinggi.

Hingga Sabtu (26/6), jumlah kumulatif kasus Covid-19 di Batam kini mencapai 12.801 orang.

Dari jumlah itu, pasien sembuh corona tercatat sebanyak 10.829, 274 orang meninggal dunia akibat covid-19 dan 1.698 lainnya masih dirawat.

Selengkapnya baca, Pemko Batam Tunggu Teknis Idul Adha 1442 H saat Pandemi Covid-19

2. Petani Barelang Menjerit, Harga Sayuran Tergilas Barang dari Luar Batam

Puluhan kelompok tani (Poktan) di Barelang, Batam Provinsi Kepulauan Riau mengeluhkan harga jual hasil pertanian para petani 'ditelan' barang dari luar daerah.

Tak hanyak permasalahan harga jual hasi tani, beberapa bulan terakhir sejumlah kelompok tani ( poktan) Barelang pun tak lagi mendapat bantuan subsidi pestisida dan pupuk.

Baca juga: Berita Populer Batam: Dari Vaksin Covid-19, Kekerasan Seksual di Kampus hingga Menpan RB

Manager Lapangan Kelompok Tani (Poktan) Yaa-Bunayya Barelang, Julham saat ditemui di perkebunan Poktan Jembatan 4 Barelang, Sabtu (28/06/2021) sore mengatakan petani saat ini sudah mengeluhkan harga dagangan.

"Gimana tak mengeluh, harga kita sering tak mampu bersaing dengan barang yang masuk dari luar. Harga timun kita Rp.6000 perkilo, masuk barang dari luar hanya Rp.4000 dipasar. Akhirnya hasil tani kita pun tak mampuh saing," ujar Julham.

Selengkapnya baca, Petani Barelang Menjerit, Harga Sayuran Tergilas Barang dari Luar Batam

3. PPKM Mikro di Batam, Satgas Bubarkan Warga di Restoran yang Buka Lewt Pukul 20.00

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved