Sabtu, 11 April 2026

HUMAN INTEREST

Kisah Bripda Josua Sibarani, Anak Petani Berhasil Jadi Polisi, Sempat 2 Kali Gagal Tes

Sebelum lulus tes masuk polisi 2017 lalu, Bripda Josua Sibarani pernah merasakan dua kali gagal masuk polisi. Hingga di tes ketiga, ia berhasil

Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Kisah Bripda Josua Sibarani, Anak Petani Berhasil Jadi Polisi, Sempat 2 Kali Gagal Tes. Foto Bripda Josua Sibarani, personel Polri yang bertugas di Polsek Kecamatan Siantan, Anambas 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Menjadi polisi perbatasan, sebelumnya tidak pernah terpikirkan oleh Bripda Josua Sibarani.

Namun hal itu kini menjadi suatu kenikmatan tersendiri yang ia rasakan.

Ia betah bertugas di daerah perbatasan, tepatnya di Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas.

Terlebih Josua memiliki hobi travelling.

Ia pun sering menggunggah foto-foto kegiatannya di media sosial instagram, yang kini memiliki pengikut 18 ribu followers.

Baca juga: Hari Bhayangkara 2021, Polres Natuna Ziarah Taman Makam Pahlawan Bandarsyah

Terlahir dari keluarga seorang petani, membuat Josua tidak patah semangat.

Baginya kehidupan orang itu berbeda-beda. Josua bertekad ingin sukses dengan mengikuti tes kepolisian.

Meski pun ia pernah dua kali gagal tes masuk polisi.

Bripda Josua Sibarani, personel Polri yang bertugas di Polsek Kecamatan Siantan, Anambas
Bripda Josua Sibarani, personel Polri yang bertugas di Polsek Kecamatan Siantan, Anambas (tribunbatam.id/istimewa)

Kegigihannya berbuah hasil. Hingga akhirnya pada tahun 2017 Josua dinyatakan lulus seleksi masuk Polri.

"Tahun 2014 itu saya ikut tes di Sampali, Medan dan gagal karena psikotes. Akhirnya saya putuskan pindah ke Kepulauan Riau dengan menumpang hidup di rumah kakak dan saat itu langsung urus pindah KTP ke Bintan.

Karena syaratnya waktu itu domisili pendatang untuk tes polisi minimal 1 tahun," ucap Josua, pada Kamis (1/7/2021).

Akhirnya sambil menunggu domisili KTP dan KK, Josua memutuskan mengisi waktu luangnya dengan bekerja sebagai karyawan sales di salah satu pusat perbelanjaan.

"Waktu itu saya kerja jadi sales dari 2014 sampai 2016 dan memutuskan resign untuk ikut tes polisi lagi," ujarnya.

Sayangnya ketika akan mendaftar, Josua mendapatkan informasi bahwa ada peraturan baru yang menyebutkan pendatang dengan domisili satu tahun, hanya boleh mengikuti tes polisi yakni Tamtama Brimob dan Akpol.

Untuk yang pendatang yang ingin mendaftar Bintara, harus 2 tahun domisili dengan bukti KTP serta KK.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved