Jumat, 5 Juni 2026

3 Orang Ngaku Keluarga Pejabat Keroyok Perawat dan Memaksa Ambil Tabung Oksigen

Perawat dikeroyok tiga orang yang mengaku keluarga pejabat dan memaksa mengambil tabung oksigen Puskesmas

Tayang:
Tribunlampung.co.id/Muhammad Joeviter
Caption - Tampak seorang perawat yang jadi korban pengeroyokan berbincang dengan Wali Kota Bandar Lampung 

TRIBUNBATAM.id, BANDAR LAMPUNG - Rendy Kurniawan (26),
perawat di Puskesmas Kedaton, Bandar Lampung, Provinsi Lampung harus menghadapi kenyataan pilu.

Rendy dikeroyok di lokasi kerjanya oleh orang tak dikenal.

Pengeroyokan terhadap Rendy terjadi pada Minggu (4/7/2021) sekitar pukul jelang Subuh.

Saat pengeroyokan, korban sedang serius bekerja melayani pasien.

Kasus pengeroyokan terhadap Rendy ini terekam video yang kemudian viral di media sosial.

Dikutip dari Tribun Lampung, video pengeroyokan berdurasi tiga detik itu beredar luas di akun sosial media dan pesan WhatsApp.

Baca juga: Shandy Aulia Gandeng Hotman Paris Laporkan Perawat di Manado ke Polisi

Foto : Sebuah video berdurasi tiga detik yang merekam insiden pengeroyokan terhadap seorang perawat di Bandar Lampung, viral sejumlah akun sosial media dan aplikasi perpesanan WhatsApp, Minggu (4/7/2021) pagi.
Foto : Sebuah video berdurasi tiga detik yang merekam insiden pengeroyokan terhadap seorang perawat di Bandar Lampung, viral sejumlah akun sosial media dan aplikasi perpesanan WhatsApp, Minggu (4/7/2021) pagi. ((Tribunlampung.co.id/Muhammad Joeviter))

"Ya Allah perawat Puskesmas Kedaton dikeroyok subuh hari ini.

Ngaku-ngaku anggota mau pinjem oksigen secara paksa karena persediaan oksigen kosong di mana-mana," bunyi keterangan dalam video.

Kepala Puskesmas Kedaton, drg Rini Alita, membenarkan pengeroyokan oleh OTK terhadap perawat yang sedang bekerja.

Ia pun mengatakan pihaknya telah melapor ke Polsek Kedaton.

"Sudah kita lapor ke Polsek Kedaton," kata Rini.

Sementara itu, Rendy selaku korban, membeberkan kronologi pengeroyokan yang menimpanya.

Pada Minggu subuh Rendy saat sedang bekerja mendadak dihampiri tiga orang tak dikenal.

Mereka meminta agar tabung oksigen yang berada di Puskesmas Kedaton bisa dibawa pulang.

"Saya tanya ke orang itu, ‘Pasiennya mana?’ Kalau mau dibawa pulang (tabung oksigen) tidak bisa," kata Rendy.

Namun, para pelaku tak mau mendengar kata-kata Mereka tetap memaksa untuk membawa tabung oksigen ke rumah.

Padahal, tabung oksigen yang ada di puskesmas hanya diperuntukkan bagi pasien rawat inap.

Saat memaksa, pelaku mengaku sebagai kerabat dari Kepala Dinas Kesehatan Lampung, Reihana.

"Kamu belum tahu saya? Saya ini keluarga Reihana (Kadiskes Lampung)," kata Rendy, menirukan ucapan seorang pelaku.

Tak berhenti sampai di situ, pelaku kemudian mengeroyok Rendy.

Akibatnya, korban mengalami luka memar di bagian kepala, wajah, dan leher.

Rendy pun dirawat di RSUD Abdoel Moeloek.

Prosedur Penggunaan Tabung Oksigen di Puskesmas

Kepala Puskesmas Rajabasa Indah Bandar Lampung, Sunarto, menjelaskan soal prosedur penggunaan tabung oksigen di puskesmas.

Ia mengatakan, apa yang dilakukan perawat Rendy Kurniawan adalah hal yang tepat.

Pasalnya, ujar Sunarto, tabung oksigen memang harus selalu ada di puskemas.

"Tabung oksigen itu memang harus selalu standby di puskesmas untuk keperluan tak terduga," jelas Sunarto, Minggu (4/7/2021).

Ia menambahkan, karena kasus Covid-19 yang meningkat belakangan ini, persediaan tabung oksigen di Bandar Lampung semakin menipis.

Di setiap puskesmas di Bandar Lampung bahkan hanya tersedia satu tabung oksigen.

Sementara, untuk puskesmas yang melayani rawat inap, mendapatkan dua tabung oksigen.

Sunarto menjelaskan, tabung oksigen itu hanya dipakai untuk pasien dalam kondisi darurat.

"Kita letakkannya di balai pemeriksaannya."

Baca juga: Tabung Oksigen Medis Laris Manis Karena Kecemasan Warga di Tengah Pandemi Covid-19

Foto : Petugas mengangkut tabung oksigen untuk kebutuhan pasien Covid-19 ke dalam ruangan di Hotel Grand Asrilia, Jalan Pelajar Pejuang 45, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (28/6/2021)
Foto : Petugas mengangkut tabung oksigen untuk kebutuhan pasien Covid-19 ke dalam ruangan di Hotel Grand Asrilia, Jalan Pelajar Pejuang 45, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (28/6/2021) ((Tribun Jabar/Gani Kurniawan))

"Kalau puskesmas rawat inap biasanya memang tabung oksigennya lebih satu dibanding rawat jalan."

"Karena harus standby satu untuk keperluan rawat inap ya," jelas dia.

Karena itu, tabung oksigen yang berada di puskesmas tak bisa dibawa pulang pasien.

SUMBER:  Tribunnews.com 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved