Breaking News:

Pemerintah Rilis HET Obat Terapi Covid-19, Penjual Nakal Bakal Kena Tindak

Masyarakat yang mengetahui penjualan obat terapi Covid-19 dengan harga mahal dan melebihi HET, bisa melaporkan ke pihak berwajib.

Editor: Rimna Sari Bangun
pixabay.com
ILUSTRASI tentang obat Covid-19. 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Melambungnya harga obat-obatan terapi penyembuhan Covid-19 di pasaran membuat pemerintah siap melakukan tindakan tegas.

Bahkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberi peringatan kepada seluruh produsen obat-obatan untuk tidak memainkan harga jual di pasar.

Luhut minta dalam kurun waktu tiga hari seluruh pasokan obat-obatan terkait Covid-19 sudah dikeluarkan dan harganya harus juga sudah turun.

Jika tidak, ia mengancam akan merazia gudang-gudang obat tersebut.

Baca juga: CATAT Ini Obat Terapi Penyembuhan Covid-19 Pasien Isolasi Mandiri di Rumah

"Saya tekankan apabila dalam 3 hari ke depan kami masih dapatkan harga-harga yang cukup tinggi atau terjadi kelangkaan, maka kami akan mengambil langkah-langkah tegas dengan merazia seluruh gudang-gudang mereka yang sudah kami identifikasi keberadaannya," ungkap dia dalam konferensi pers virtual, Senin lalu (5/7/2021).

Sebagai Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali, Luhut pun meminta untuk Polri dan Polda melakukan patroli terhadap gudang-gudang obat untuk memastikan tak ada yang menimbun, sehingga pasokan obat terkait Covid-19 bisa cukup di pasaran.

Pada 3 Juli 2021, Kementerian Kesehatan mengeluarkan kebijakan dengan menetapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk Ivermectin dan 10 obat lainnya untuk terapi penyembuhan Covid-19.

Pasalnya, harga sejumlah obat-obatan dalam terapi penyembuhan pasien Covid-19 naik tajam. 

Di sejumlah marketplace, obat-obatan terapi Covid-19 ini dijual bebas dengan harga yang beragam.

Baca juga: Program Kartu Prakerja Mulai Lagi Juli-Agustus 2021, Begini Syarat dan Cara Daftarnya

Salah satunya Ivermectin, yang kini tengah menjalani uji klinis di sejumlah rumah sakit untuk obat terapi Covid-19.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved