Rabu, 27 Mei 2026

CORONA KEPRI

Pasien Covid-19 Batam Membludak RS Makin Terbatas, Akademisi: Libatkan Swasta

Mengantisipasi ledakan pasien covid-19, dosen Unrika Batam, Y Farid Setyobudi, S.IP.,MPA mengatakan jika pemerintah bisa melibatkan swasta.

Tayang:
TribunBatam.id/Bereslumbantobing
RSBP BATAM - Tim medis mengevakuasi pasien covid-19 ke gedung PIE RSBP Batam di Sekupang. 

Menurut Wiku, peningkatan kasus kematian itu disebabkan keterlambatan penanganan atau kondisi pasien yang memburuk dan tidak terpantau saat isolasi mandiri.

Oleh karena itu, Wiku meminta pemerintah daerah lebih ketat lagi mengawasi kondisi pasien Covid-19, terutama yang menjalani isolasi mandiri.

"Mohon kepada seluruh pemerintah daerah untuk lebih serius melakukan pemantauan kepada pasien isolasi mandiri agar dapat ditangani dengan cepat,” kata Wiku.

Berdasarkan data Satgas kemarin, kasus kematian akibat Covid-19 secara nasional bertambah 852 orang dalam 24 Sehingga total pasien meninggal sampai saat ini mencapai 63.760 kasus.

Begitu juga pasien terkonfirmasi positif juga semakin meningkat 38.391 orang. Sedangkan pasien yang sembuh dalam sehari hanya 21.185 orang dan kasus kasus aktif tercatat 359.455 orang.

Peningkatan yang signifikan juga terjadi di Kepri dengan total 486 kasus baru dan 11 orang meninggal.

Penyumbang kasus terbesar masih empat daerah yang wajib melaksanakan PPKM Mikro.

Yakni Kota Batam bertambah 231 kasus dengan 5 meninggal dunia.

Baca juga: Pelajar di Anambas Serbu Kegiatan Vaksinasi Corona Massal di Polsek Siantan

Kemudian Kota Tanjungpinang dengan 119 kasus baru dan 5 meninggal. Lalu Natuna, 40 kasus baru dan 1 meninggal. Kabupaten Bintan mencatatkan 42 kasus baru, nihil meninggal dunia.

Tiga kabupaten lainnya cenderung melandai. Kabupaten Karimun (22 kasus), Kabupaten Kep. Anambas (2) dan Lingga nihil kasus.

Angka kematian di Kota Batam memang paling tinggi dalam minggu pertama Juli 2021 dengan rata-rata angka kematian 5,4 orang per hari.

Sedangkan selama Juni, rata-rata 4,2 orang per hari.

Di awal Juli enam orang meninggal. Kemudian 2 dan 3 Juli masing-masing 7 meninggal, 4 Juli (2), 5 Juli (6) dan Kamis (8/7), lima orang meninggal.

"Ada penambahan lima orang lagi pasien positif Covid-19 di Batam yang meninggal dalam 24 jam," ujar Ketua Bidang Kesehatan Gugus Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmarjadi.

Setelah Batam, tingkat kematian tertinggi terdapat di Tanjungpinang.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved