CORONA KEPRI
Pasien Covid-19 Batam Membludak RS Makin Terbatas, Akademisi: Libatkan Swasta
Mengantisipasi ledakan pasien covid-19, dosen Unrika Batam, Y Farid Setyobudi, S.IP.,MPA mengatakan jika pemerintah bisa melibatkan swasta.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Penanganan Covid bagi pasien yang menjalani isolasi mandiri belakangan menimbulkan kekhawatiran.
Daya tampung rumah sakit yang kian terbatas, membuat pengawasan terhadap pasien yang menjalani isolasi mandiri harus benar-benar diperhatikan.
Apalagi menurut data tim satgas covid-19 di Batam mencatat, jumlah pasien isolasi mandiri mencapai 1.626 pasien.
Dosen Universitas Riau Kepulauan/ Unrik Batam, Y Farid Setyobudi, S.IP.,MPA menilai, pemerintah bisa menggandeng serta melibatkan swasta untuk mengantisipasi ledakan pasien virus corona.
Langkah ini sekaligus meringankan beban pemerintah.
Cara ini, diakui Farid udah diterapkan pada sejumlah kota besar di Indonesia yang menjalankan PPKM Darurat seperti Jakarta dan Bandung.
"Ini yang di sebut Good Goverment," kata Farid, Jumat (9/7/2021).
Farid menilai, Pemko Batam belum menjalin kerja sama dengan pihak swasta dalam Penanganan Covid - 19.
Pihak swasta menurutnya hanya dilibatkan pada bagian pelayanan Rapid Test Antigen maupun swab.
Sementara untuk perawatan pasien covid-19, pihak swasta ataupun pihak ketiga menurutnya belum dilibatkan.
Dia menjelaskan pihak swasta, tidak berani melakukan perawatan ataupun pelayanan dan penanganan terhadap pasien covid, karena takut dipermasalahan pemerintah.
"Jadi kami harapkan pemerintah harus melibatkan pihak ketiga, agar Penanganan Covid -19 di Batam bisa dilakukan dengan baik.
Tanpa kita sadari saat ini sudah banyak warga yang terpapar covid-19, meminta untuk mendapatkan pelayanan secara mandiri.
Terlebih warga yang memiliki ekonomi menegah ke atas," katanya.
Menurutnya, jika pemerintah menjalin kerja sama dengan Swasta, besar kemungkinan banyak pihak swasta yang akan siap dalam menjalin kerjasama dengan pemerintah.
Baca juga: DIDUGA Terpapar Covid-19 dari Istrinya, Kadinkes Batam Didi Kusmarjadi Ungkap Kondisi Terkini
Baca juga: Vaksinasi Corona di Bintan Bakal Sasar 8 Ribu Pelajar SMP Sederajat
Terlebih pasien yang tidak memiliki gejala virus corona.
"Namun pihak swasta ini memiliki kekhawatiran, karena tidak ada payung hukumnya," kata Farid.
Dia juga mengatakan saat pemerintah membuka kerjasama dengan pihak ketiga, pemerintah juga harus melakukan pengawasan dan monitoring, agar tidak terjadi persoalan dalam penanganan pasien covid-19.
Termasuk penanganan yang dilakukan pihak ketiga sesuai dengan yang diinginkan pemerintah.
Jika pemerintah menjalin kerjasama dengan pihak ke tiga maka beban pemerintah akan semakin ringan.
Saat ini kata Farid, banyak Warga Batam, yang terpapar covid -19 yang memeriksakan diri secara mandiri dan tidak mau melapor ke Tim gugus.
Hal ini juga akan sangat berbahaya bagi masyarakat sekitar, dalam hal penyebaran virus corona di lingkungan dimana yang bersangkutan tinggal.
"Ini juga menyangkut data pasien covid-19.
Proses pendataan akan jauh lebih mudah karena adanya laporan dari pihak ketiga," kata Farid.
Angka Kematian Melonjak
Kasus covid-19 di Kepri memang perlu mendapat perhatian serius.
Selain terus melonjaknya jumlah kasus, angka kematian juga melonjak tajam. Bahkan, tingkat kematian di Provinsi Kepri termasuk tertinggi secara nasional.
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, ada sembilan provinsi yang tingkat kematian akibat Covid-19 meningkat dalam sepekan terakhir.
Sembilan provinsi tersebut yakni Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Gorontalo, DIY, Bengkulu, Kepri, Jambi dan Kalimantan Barat.
Baca juga: Corona di Anambas Mendekati 1.000 Kasus, Pasien Baru Tambah 26 Orang
"Kenaikan persentase kematian dalam satu minggu terakhir lebih signifikan dibanding kesembuhan," ujar Wiku dalam konferensi pers melalui YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (8/7/2021).
Menurut Wiku, peningkatan kasus kematian itu disebabkan keterlambatan penanganan atau kondisi pasien yang memburuk dan tidak terpantau saat isolasi mandiri.
Oleh karena itu, Wiku meminta pemerintah daerah lebih ketat lagi mengawasi kondisi pasien Covid-19, terutama yang menjalani isolasi mandiri.
"Mohon kepada seluruh pemerintah daerah untuk lebih serius melakukan pemantauan kepada pasien isolasi mandiri agar dapat ditangani dengan cepat,” kata Wiku.
Berdasarkan data Satgas kemarin, kasus kematian akibat Covid-19 secara nasional bertambah 852 orang dalam 24 Sehingga total pasien meninggal sampai saat ini mencapai 63.760 kasus.
Begitu juga pasien terkonfirmasi positif juga semakin meningkat 38.391 orang. Sedangkan pasien yang sembuh dalam sehari hanya 21.185 orang dan kasus kasus aktif tercatat 359.455 orang.
Peningkatan yang signifikan juga terjadi di Kepri dengan total 486 kasus baru dan 11 orang meninggal.
Penyumbang kasus terbesar masih empat daerah yang wajib melaksanakan PPKM Mikro.
Yakni Kota Batam bertambah 231 kasus dengan 5 meninggal dunia.
Baca juga: Pelajar di Anambas Serbu Kegiatan Vaksinasi Corona Massal di Polsek Siantan
Kemudian Kota Tanjungpinang dengan 119 kasus baru dan 5 meninggal. Lalu Natuna, 40 kasus baru dan 1 meninggal. Kabupaten Bintan mencatatkan 42 kasus baru, nihil meninggal dunia.
Tiga kabupaten lainnya cenderung melandai. Kabupaten Karimun (22 kasus), Kabupaten Kep. Anambas (2) dan Lingga nihil kasus.
Angka kematian di Kota Batam memang paling tinggi dalam minggu pertama Juli 2021 dengan rata-rata angka kematian 5,4 orang per hari.
Sedangkan selama Juni, rata-rata 4,2 orang per hari.
Di awal Juli enam orang meninggal. Kemudian 2 dan 3 Juli masing-masing 7 meninggal, 4 Juli (2), 5 Juli (6) dan Kamis (8/7), lima orang meninggal.
"Ada penambahan lima orang lagi pasien positif Covid-19 di Batam yang meninggal dalam 24 jam," ujar Ketua Bidang Kesehatan Gugus Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmarjadi.
Setelah Batam, tingkat kematian tertinggi terdapat di Tanjungpinang.
Data terakhir, ada 5 kematian pasien akibat Covid-19 sehingga totalnya 142 kasus meninggal. Sedangkan kasus harian Tanjungpinang tercatat 119 kasus.
Baca juga: Obat dan Vitamin untuk Covid-19 Tanpa Gejala dan Gejala Ringan Menurut Dokter
Wali Kota Tanjungpinang Rahma menyebutkan, Dinas Kesehatan akan terus melakukan tracing (penelusuran) pada orang-orang yang kontak erat dengan pasien positif.
"Bila memenuhi kriteria kontak erat, kita dilanjutkan dengan pengambilan PCR,” ujar Rahma.
Rahma juga menghimbau dan mengajak seluruh masyarakat agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan pada masa adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi Covid-19 ini.
"Protokol kesehatan ini harus selalu dilakukan, termasuk saat berinteraksi dengan keluarga yang tinggal satu rumah,” katanya.(TribunBatam.id/Ian Sitanggang/Bereslumbantobing/Hening Sekar Utami/Noven Simanjuntak/Alfian Zainal)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Corona Kepri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/foto-pendukung-covid-19-di-batam.jpg)