Breaking News:

INFO CUACA KEPRI

Info Cuaca Kepri, BMKG Prediksi Tanjungpinang - Bintan Hujan Mulai 10 Juli 2021

Berikut info cuaca Kepri menurut BMKG Raja Haji Fisabilillah untuk Tanjungpinang dan Bintan selama 3 hari mulai 10 Juli 2021.

Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam
Seorang pengendara motor memacu motornya di bawah guyuran hujan di salah satu ruas jalan di Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (15/3). 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang memprakirakan kondisi cuaca untuk Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk tiga hari ke depan.

Info cuaca Kepri ini mulai berlaku sejak tanggal 10 Juli 2021.

Analisis dinamika suhu muka laut (Sea Surface Temperature atau SST) per tanggal 08 Juli 2021 di sekitar perairan Kepulauan Riau.
Khususnya di Perairan Pulau Bintan umumnya masih dalam kondisi yang hangat berkisar antara 29°C s.d 30°C dan anomali SST di wilayah perairan Kepulauan Riau cenderung bersifat netral ke positif yang bernilai antara (-1.0) s.d. +1.0
°C.

"Indeks ENSO terupdate sebesar -0.14 dan dalam kondisi netral, dan diprakirakan kondisi netral ini akan berlangsung hingga Desember 2021.

Sehingga secara umum tidak memberikan dampak terhadap peningkatan aktivitas konveksi di wilayah Indonesia," kata Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Miranda Putri Permatasari, Minggu, (11/7/2021).

Selain itu, lanjutnya, Indeks Dipole Mode (DMI) sebesar -0.46 yang menunjukkan kondisi negatif, dan diprakirakan akan kembali netral dan berlangsung hingga Desember 2021.

Hujan di Tanjungpinang, Provinsi Kepri, Senin (29/3/2021).
Hujan di Tanjungpinang, Provinsi Kepri, Senin (29/3/2021). (TribunBatam.id/Endra Kaputra)

Kondisi ini cukup berpengaruh terhadap penambahan massa udara dari barat Samudera Hindia ke timur Samudera Hindia seperti Indonesia dan Australia.

Analisis per tanggal 8 Juli 2021 menunjukkan MJO aktif di kuadran 3 yang cukup berpengaruh terhadap distribusi awan-awan penghasil hujan di Indonesia, terutama di wilayah Kepulauan Riau yang dekat dengan Samudera Hindia bagian Timur.

"Angin Monsun Australia diprakirakan masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan aliran massa udara di wilayah Indonesia bagian selatan equator umumnya didominasi angin timuran.

Pola siklonal diprediksi terbentuk di wilayah barat Sumatera dan Kalimantan bagian barat," terangnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved