BERANI, Militer Xi Jinping Usir Kapal Perang AS di Laut China Selatan
China makin berani mengusir kapal perang Angkatan Laut (AL) Amerika di Kepulauan Paracel yang masuk kawasan Laut China Selatan yang diklaim Beijing
AS juga menolak klaim China akan pelanggaran serius atas kedaulatannya sebagai "palsu" dan salah.
Seluruh kapal, tegas AS, memiliki "hak lintas damai" di bawah hukum internasional seperti tercermin dalam Konvensi Hukum Laut, hingga izin tak diperlukan.
Baca juga: Filipina Kerahkan Malaikat Laut 81 Perempuan Redam Beijing di Laut China Selatan
"Operasi ini merefleksikan komitmen kami untuk menegakkan kebebasan navigasi dan penggunaan laut yang sah sebagai prinsip," demikian bunyi pernyataan AS.
"AS akan terus terbang, berlayar dan beroperasi di mana pun hukum internasional mengizinkan, seperti yang dilakukan kapal perang Benfold di sini.
Tak ada yang akan menghalangi kami, tak juga klaim Republik Rakyat China (RRC)."
Dalam sebuah pernyataan tertulis pada Ahad (11/7/2021), Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan, kebebasan laut adalah kepentingan abadi semua negara.
"Tak ada ancaman yang lebih besar atas tatanan maritim berbasis aturan daripada yang terjadi di Laut China Selatan," kata Blinken.
"RRC terus memaksa dan mengintimidasi negara-negara di pesisir Asia Tenggara, mengancam kebebasan navigasi di jalur global kritis ini," katanya.
Blinken juga mengulangi peringatannya pada China bahwa serangan terhadap tentara bersenjata Filipina di Laut China Selatan akan memicu perjanjian pertahanan bersama AS-Filipina tahun 1951.
.
.
.
Baca berita menarik TRIBUNBATAM.id lainnya di Google
(*/ TRIBUNBATAM.id)
SUMBER: KOMPAS TV
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/latihan-kapal-perang-angkatan-laut-china-2-januari-2017di-laut-china-selatan_20170123_000115.jpg)