CORONA KEPRI
Rencana Pemko Batam Buat Rumah Sakit Darurat Covid-19, 'BOR Kian Krusial'
Pemko Batam punya sejumlah skema terkait penanganan covid-19 di Asrama Haji Batam Center.
"Kami minta pihak rumah sakit menyajikan data terbaru terkait jumlah tempat tidur yang kosong saat ini.
Sehingga kami bisa melihat berapa sebenarnya tempat perawatan yang masih ada.
Jangan kosong terus tapi kami tak ada data.
Selain itu, kami juga harus mencari tahu alasan rumah sakit tidak bisa mengambil pasien sebanyak tempat yang tersedia," papar Amsakar.
Amsakar berharap dengan keputusan yang diambil nanti, bisa memberikan kemudahan bagi pasien bergejala untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Karena lonjakan kasus cukup tinggi, dan belum bisa dihentikan sampai saat ini.
Mengenai pemusatan perawatan bagi pasien bergejala di RSUD Embung Fatimah dan RSBP Batam, Amsakar Achmad mengungkapkan hal tersebut perlu dibahas lebih lanjut.
Menurutnya, jika penunjukkan 2 rumah sakit besar tersebut diperuntukan bagi pasien Covid-19, tentu pemerintah juga harus menentukan rumah sakit lainnya untuk dijadikan rujukan pasien umum.
Sedangkan hampir seluruh rumah sakit saat ini melayani pasien Covid-19.
"Antisipasi kami saat ini adalah meningkatkan BOR dari 30 menjadi 40 persen.
Di samping mempersiapkan Asrama Haji sebagai tempat transit pasien bergejala sambil menunggu ruang perawatan di rumah sakit," katanya.
Ia menambahkan ke depan Pemko Batam berharap angka kasus turun, sehingga ruang perawatan di rumah sakit juga lowong, dan angka kesembuhan meningkat.
FASILITAS RSBP Batam Tampung Pasien Covid-19
RSBP Batam menyiapkan gedung khusus pasien covid-19 dengan fasilitas yang lengkap.
Penyediaan gedung khusus ini bertujuan agar pasien covid-19 tidak bercampur dengan pasien umum dan juga tak perlu masuk emergency.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/0406wakil-wali-kota-batam.jpg)