Breaking News:

WHO Kritik dan Menilai Vaksin Berbayar di Indonesia Rentan Praktik Bisnis Semata

WHO menilai, ada kecenderungan jika vaksin berbabayar dilanjutkan negara sengaja mengambil keuntungan di tengah pandemi.

Editor:
TRIBUNBATAM.id/ROMA ULY SIANTURI
WHO Kritik dan Menilai Vaksin Berbayar di Indonesia Rentan Praktik Bisnis Semata. Foto Merayakan Hari Bhakti ke -61 Adhyaksa, Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam menggelar vaksinasi untuk masyarakat secara gratis. (*disclaimer foto hanya ilustrasi dan tidak ada hubungannya berita ini 

TRIBUNBATAM.id - Baru-baru ini, perusahaan milik BUMN PT Kimia Farma yang merupakan anak perusahaan dari Bio Farma, memberikan akses vaksin berbayar.

Wakil Menteri BUMN Pahala Mansury mengungkapkan perusahaan farmasi pelat merah PT Kimia Farma telah bekerja sama untuk mendatangkan 15 juta dosis vaksin Sinopharm ke Indonesia.

"Kami berharap vaksin Sinopharm yang didatangkan oleh PT Kimia Farma yang merupakan anak perusahaan dari Bio Farma akan digunakan untuk vaksin gotong royong di mana kami sudah memiliki kerja sama untuk mendatangkan 15 juta dosis vaksin Sinopharm tersebut," kata Pahala Mansury  sebagaimana dilansir kompas.com dari Antara, Rabu (14/7/2021).

Namun, Keputusan pemerintah terkait vaksinasi gotong royong individu berbayar menuai kritik dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

WHO menilai, ada kecenderungan jika vaksin berbabayar dilanjutkan negara sengaja mengambil keuntungan di tengah pandemi.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Unit Program Imunisasi WHO, Ann Lindstrand pada konferensi pers Covid-19 virtual yang diadakan WHO.

Apabila ada masyarakat yang harus membayar, ia khawatir masyarakat paling rentan akan mendapat kesulitan akses terhadap vaksin Covid-19.

"Pembayaran dalam bentuk apa pun dapat menimbulkan masalah etika dan akses, dan terutama selama pandemi ketika kita membutuhkan cakupan dan vaksin untuk menjangkau yang paling rentan," kata Linstrand, Senin (12/7/2021).

Pertanyaannya kemudian, mengapa WHO memberi kritik atas vaksin berbayar?

Baca juga: 5 Tips Olahraga dengan Aman Selama Pandemi Menurut WHO

1. Kondisi sedang krisis

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved