Breaking News:

BATAM TERKINI

BATAM Bakal Miliki Panel Surya Terbesar di Dunia Berlokasi di Waduk Duriangkang

Batam bakal memiliki pembangkit listrik tenaga surya terbesar di dunia yang berlokasi di Duriangkang Batam.

Penulis: Hening Sekar Utami | Editor: Tri Indaryani
ISTIMEWA
Batam bakal memiliki pembangkit listrik tenaga surya terbesar di dunia yang berlokasi di Duriangkang Batam. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kota Batam digadang akan memiliki pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkonsep floating photovoltaic system (FPV) dan energy storage system (ESS).

Panel surya itu akan dibangun di permukaan Waduk Duriangkang, Batam. Pembangunan akan dikerjakan oleh perusahaan penyedia energi terbarukan asal Singapura, Sunseap Group.

Setelah penandatanganan Master of Agreement (MoU) antara Badan Pengusahaan (BP) Batam dengan Sunseap Group, proyek pembangunan panel surya akan segera dijalankan. Proyek ini bernilai sekitar US$ 2 miliar.

Co-Founder dan Chief Executive Officer Sunseap Group, Frank Phuan, menjelaskan, panel surya ini akan bermanfaat mengurangi penguapan air waduk, sehingga dapat menahan lebih banyak air di reservoir.

Selain itu Sunseap Group menargetkan PLTS ini bisa menghasilkan lebih dari 2.600 GWh listrik per tahun.

Listrik yang dihasilkan itu berpotensi mengimbangi lebih dari 1.8 juta metrik ton karbon per tahun.

Baca juga: ATURAN BARU ! Tak Akan Ada Lagi Isolasi Mandiri di Batam, Pasien Tanpa Gejala Wajib Karantina

"Kami berterimakasih telah diberi kesempatan oleh BP Batam untuk membantu pembangunan berkelanjutan di wilayah ini, serta menghadirkan energi bersih yang terjangkau dan stabil di Kota Batam," ujar Frank Phuan.

FPV ini diproyeksikan memiliki kapasitas 2,2 GWp dan membentang 2.000 hektare, menjadikan FPV ini terbesar di dunia.

ESS juga direncanakan menjadi ESS terbesar dengan kapasitas penyimpanan sekitar 4.000 MWhr.

Sebagaimana diketahui, Waduk Duriangkang merupakan waduk terbesar di Batam, dengan volume 101,2 juta m³. Waduk ini pun menjadi salah satu pemasok air baku utama di Kota Batam.

"Sebagian dari energi 'hijau' ini akan dikonsumsi di Batam, sementara sisanya berpotensi diekspor ke Singapura sekitar 50km jauhnya melalui kabel bawah laut," tambah Frank Phuan.  (TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)

*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Corona Kepri

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved