Breaking News:

NATUNA TERKINI

Hari Anak Nasional 2021, Angka Pernikahan Usia Dini di Natuna Masih Tinggi

Berkaitan dengan Hari Anak Nasional 2021, DPPAKB menyebut kasus anak di Natuna saat ini masih tinggi. Termasuk di antaranya pernikahan usia dini

Penulis: Kontributor Natuna | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Wina
Hari Anak Nasional 2021, Angka Pernikahan Usia Dini di Natuna Masih Tinggi. Foto Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan Anak dan KB Natuna, Nurparta 

Laporan Kontributor Tribunbatam.id di Natuna, Wina

NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Peringatan Hari Anak Nasional tingkat Kabupaten Natuna tahun 2021 akan dilaksanakan secara virtual Senin (26/7/2021) depan.

Itu mengingat kondisi daerah Natuna yang sedang dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan pandemi Covid-19.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB (DPPAKB) Natuna, Nurparta di tempat kerjanya menjelaskan, peringatan secara virtual itu akan dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Natuna.

"Nanti secara virtual akan diikuti oleh anak-anak perwakilan dari setiap kecamatan. Itu kita lakukan karena kondisi tidak memungkinkan bagi kita untuk melaksanakan secara langsung," ujar Nurparta, Jumat (23/7/2021).

Berkaitan dengan Hari Anak Nasional 2021, ia menyebut kasus anak saat ini masih tinggi, baik Anak Berhadapan Hukum (ABH) maupun pernikahan anak usia dini.

Baca juga: Hari Anak Nasional 2021, 23 Anak LPKA Batam Dapat Remisi dari Kemenkumham

Dari data yang dimiliki oleh DPPAKB hingga Maret 2021, kasus ABH 1 kasus, 12 anak dalam perlindungan khusus, 16 orang anak dengan hak dasar.

Sementara untuk kasus pernikahan anak usia dini, meski tidak menyebutkan angka pastinya, namun Nurparta mengakui cukup tinggi.

"Terutama di masa pandemi ini, cukup banyak kasus pernikahan anak usia dini," tambah Nurparta.

Menurut Nurparta, untuk kasus pernikahan anak usia dini, pihaknya terkadang menghadapi dilema. Pasalnya tidak sedikit orang tua yang tidak mau mengerti mengenai Undang-Undang Perlindungan Anak yang mengatur mengenai anak.

"Kita bilang tidak boleh menikah karena masih di bawah umur, dan harus ada keputusan dari pengadilan (dispensasi nikah) untuk menikahkan anak. Malah orang tua ada yang tidak terima, bahkan menganggap kita melegalkan pernikahan siri, padahal jelas-jelas itu dilarang," ungkap Nurparta.

(Tribunbatam.id/Wina)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita tentang Natuna

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved