HUMAN INTEREST
Perantau Asal Medan Terimbas PPKM Batam, Sarapan Fahmi Terpaksa Disisa Buat Siang Hari
Demi bertahan hidup, Fahmi Rajab Harahap rela kerja serabutan saat PPKM di Batam untuk menafkahi istri dan anaknya yang masih kecil.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Lalu lalang kendaraan bermotor tak di kawasan Bengkong, Kota Batam, Provinsi Kepri tak begitu diindahkan oleh Fahmi Rajab Harahap.
Perantau asal Medan ini hanya fokus membersihkan bagian sempit pada sepeda motor yang sedang dicucinya.
Kondisi pandemi Covid-19 benar-benar merubah hidup pria yang semula bekerja di industri galangan kapal ini.
Untuk menyambung hidup, ia tak ragu berganti pekerjaan.
Selagi itu halal, pikirnya itu tak apa demi memenuhi kebutuhan hidup.
Jika ada rezeki lebih, uang hasil jerih payahnya ia kirimkan untuk istri dan anaknya yang kini berada di rumah mertuanya di Dumai, Provinsi Riau.
Industri galangan kapal menjadi salah satu sektor yang terimbas pandemi Covid-19.
Keadaan itu membuat Fahmi Rajab Harahap ketika itu tak bisa mendapat pemasukan akibat sepinya kapal masuk ke Batam.
Keputusan bulat pun akhirnya diambilnya.
Ia memutuskan untuk naik ke darat.
Sayangnya, Fahmi kesulitan mencari pekerjaan dan susah didapatkan.
"Akhirnya kerja serabutan. Mengantar air galon, bantu orang pindahan, cat mobil orang.
Sekarang kerja di cucian motor di Bengkong sambil jualan bensin (BBM) eceran sama boneka-boneka bang," cerita Fahmi kepada TribunBatam.id, Jumat (23/7/2021).
Baca juga: PPKM Level IV Batam - Jalan Bundaran SMA Negeri 3 Disekat, Warga Tanpa Masker Dihentikan
Baca juga: PPKM Level 4 Batam, Anggota DPRD Soroti Ketersediaan Ruang Isolasi Pasien Covid-19
Kondisinya kian pelik sejak Batam menerapkan PPKM Level IV.
Nama lain sekaligus perpanjangan waktu untuk PPKM Darurat yang berakhir tepat pada Idul Adha 1442 H atau 20 Juli 2021 kemarin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/perantau-asal-medan-terimbas-ppkm-batam.jpg)