HUMAN INTEREST
Perantau Asal Medan Terimbas PPKM Batam, Sarapan Fahmi Terpaksa Disisa Buat Siang Hari
Demi bertahan hidup, Fahmi Rajab Harahap rela kerja serabutan saat PPKM di Batam untuk menafkahi istri dan anaknya yang masih kecil.
Uang untuk membeli makan sehari-hari mau tak mau harus dihematnya.
Tujuannya untuk mengirimkan kepada istri yang lebih dulu ia 'ungsikan'.
Nasi bungkus Rp 5 ribu-an yang dibelinya pada pagi hari, ia makan setengah.
Sisanya ia akan makan pada siang hari.
Hampir setiap hari begitu terus Fahmi lakukan.
"Namanya tanggung jawab, tak boleh kita berdiam diri.
Yang ada di pikiran saya selalu bagaimana caranya anak dan istri di kampung bisa makan dan uang selalu terkirim ke sana," sebutnya.
Anaknya yang masih kecil juga menjadi pertimbangannya kini.
Bagaimana agar anaknya tidak putus sekolah serta makannya tetap terjaga.
Meski Fahmi harus banting tulang peras keringat jauh dari keluarga.
Di tengah keterpurukan, Fahmi tetap bersyukur karena pasangan hidupnya itu sangat pengertian dan mau menerima dirinya apa adanya.
"Alhamdulilah sekali bang, karena orangrumah saya orangnya itu penyabar dan iklas menerima keadaan saya sampai saat ini," imbuhnya.
Fahmi berharap agar usaha pemerintah menangani Pandemi Covid-19 agar segera berhasil dan ekonomi bisa bangkit kembali.
"Mudah-mudahan pandemi Covid-19 ini cepat berakhir dan tatanan ekonomi juga cepat membaik," harapnya.(Tribunbatam.id/Muhammad Ilham)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Human Interest
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/perantau-asal-medan-terimbas-ppkm-batam.jpg)