Rabu, 8 April 2026

Said Didu Ingatkan Gubernur Anies Baswedan: Jangan Terkecoh!

Eks Sekretaris BUMN Muhammad Said Didu mengungkapkan tentang aktivitas buzer yang mengarah ke Anies Baswedan

Kompas.com/Ambaranie Nadia K.M
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Muhammad Said Didu, eks Sekretaris BUMN era Presiden SBY kembali menyinggung aktivitas buzzerp di sosial media.

Di cuitan terbarunya pada Kamis (5/8/2021), Said Didu menyebutkan tentang adanya arahan dari kaka pembina untuk buzzerp.

Arahan kaka pembina tersebut kata Said Didu tampaknya sebuah narasi yang mengarah ke Gubernur DKI Anies Baswedan.

Said Didu menggunakan kata ‘sepertinya’.

"Sepertinya ada arahan kaka pembina ke buzzerp bahwa isu apapun yang dibahas terkait kegagalan pusat agar dibelokkan ke DKI dan Gub @aniesbaswedan. Jangan terkecoh," tulis Said Didu.

Pada cuitan tersebut, Said Didu tak lupa memention akun Twitter Anies Baswedan.

Baca juga: Kejati dan Pemprov Kepri Gelar Vaksinasi Corona Hingga 8 Agustus 2021

Baca juga: UPDATE Harga Emas Antam Turun Rp 2.000 pada Kamis (5/8), Cek Rincian Lengkapnya

Tidak ada penjelasan lebih lanjut kenapa Said Didu memention akun Twtter Anies Baswedan.

Dilansir dari Wartakota (Grup media Tribun Batam) Said Didu juga sebelumnya turut mengomentari berita donasi Rp 2 Triliun dari keluarga Akidi Tio.

Seperti diketahui, donasi tersebut bikin heboh publik se-Indonesia.

Said Didu menyinggung soal aksi sejumlah pegiat media sosial yang mengunakan momentum pemberian donasi Rp2 triliun oleh keluarga Akidi Tio untuk menyerang pihak lain.

Dalam pujian yang disampaikan untuk donasi dari keluarga Akidi Tio itu, para pegiat media social tersebut membanding-bandingkan dengan donasi yang dikumpulkan oleh sejumlah pihak lain serta digunakan untuk menyerang pihak oposisi yang dianggap tidak memberikan kontribusi apa-apa kepada bangsa.

Namun, setelah waktu yang ditentukan habis dan keluarga Akidi Tio tak mampu menunjukkan uang Rp2 triliun, para pegiat media tersebut menyadari apa yang mereka lakukan adalah hal yang 'memalukan'.

Bahkan, salah satu dari mereka, yakni Denny Siregar, mengakui dirinya terjebak prank dan pasrah ketika mendapat bullyan dari warganet karena ia pernah membuat konten khusus tentang sumbangan itu dan membandingkan dengan sumbangan lain.

Said Didu menganggap, peristiwa donasi keluarga almarhum Akidi Tio yang terindikasi batal itu membuka topeng pihak-pihak yang ia sebut sebagai buzzer.

Ia menyoroti tindakan sejumlah buzzer itu yang memperbandingkan donasi Rp2 triliun itu dengan donasi yang dilakukan pihal lain hususnya untuk membantu warga Palestina.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved