Breaking News:

SAHAM

Bukalapak Resmi Jual Saham Perdana di Bursa: Harga Saham Melonjak, Raup Dana Rp 21,90 Triliun

Saham PT Bukalapak.com (BUKA) langsung menunjukkan pesonanya di hari perdana listing BEI, Jumat (6/8). 

KONTAN/Baihaki
Ilustrasi Bukalapak. Saham e-commerce ini banyak diminati investor. 

Mengutip Reuters, Bukalapak yang mengincar dana segar sebesar US$ 1,5 miliar dalam penawaran umum saham perdana atawa initial public offering (IPO) mendapatkan kelebihan penawaran hingga US$ 6,5 miliar dari aksi korporasi itu.

Dua sumber Reuters yang mengetahui rencana IPO Bukalapak menyebut, jumlah penawaran yang masuk mencapai US$ 6,5 miliar dari sekitar 150 investor institusional dan lebih dari 100.000 investor ritel. Alhasil, bagian untuk investor ritel dari IPO iuni digandakan menjadi 5%.

“IPO ini juga menunjukkan bahwa perusahaan teknologi Asia Tenggara dapat mencapai valuasi premium untuk pertumbuhan dengan permintaan yang signifikan,” kata Nicolo Magni, Head of Global Banking for Southeast Asia and India UBS.

Asal tahu saja, UBS merupakan koordinator global untuk IPO Bukalapak bersama Bank of America.

"Ini menciptakan platform bagi perusahaan lain untuk memiliki penawaran yang cukup besar dan sangat sukses untuk dicatatkan di Indonesia atau bursa regional lainnya," lanjut Magni.

Dalam IPO ini, Bukalapak melepas 25.765.504.851 saham baru dengan harga Rp 850 per saham. Dengan IPO ini, valuasi Bukalapak akan mencapai US$ 6 miliar.

Bukalapak yang kini berusia 11 tahun didukung oleh Ant Group, dana pemerintah Singapura GIC dan konglomerat media dan teknologi lokal Emtek, bakal menjadi IPO terbesar di Indonesia.

Pencatatan pertama perusahaan yang didukung ventura di negara yang penuh dengan perusahaan rintisan yang dipimpin oleh pendiri, telah memicu hiruk-pikuk di antara investor institusi dan ritel yang berebut untuk mendapatkan bagian dari IPO di pasar yang telah melihat beberapa flotasi besar.

"Saya mengharapkan untuk mendapatkan beberapa keuntungan modal untuk listing karena akan mendapatkan banyak peringkat beli," kata Andry Taneli, seorang investor ritel, yang mengutip ukuran Bukalapak di antara perusahaan teknologi lokal dan likuiditas kuat yang diantisipasi dibandingkan rekan-rekan.

IPO datang ketika pasar e-commerce Indonesia yang bernilai US$ 40 miliar mendapat dorongan dari konsumen yang tinggal di rumah dan pergeseran oleh lebih banyak bisnis untuk menjual online di masa pandemi.

Halaman
1234
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved