Senin, 20 April 2026

Faktor Resiko Asam Urat dan Kenali Lebih Banyak Gejala-gejalanya

Asam urat perlu banyak diketahui dan diantisipasi agar tidak berkembang ke tahapan lebih parah

freepik.com
FOTO: ILUSTRASI. 

TRIBUNBATAM.id - Dikutip dari buku 'Tumbuhan Sakti Atasi Asam Urat'  tulisan dokter Setiawan Dalimarthadr dan Felix Adrian Dalimartha, BMedSc di Penebar Swadaya Grup, asam urat (gout) sering dijadikan biang keladi dari berbagai keluhan pegal atau nyei dan linu seperti di punggung dan persendian yang berlangsung menahun.

Sebetulnya, asam urat diproduksi sendiri oleh tubuh dan keberadaannya ada di dalam darah.

Asam urat terbentuk sebagai sisa metabolisme protesin makanan yang mengandung purin.

Kadar asam urat di dalam darah akan meningkat bila seseorang mengonsumsi daging atau makanan lainnya yang mengandung purin tinggi.

Dengan demikian, faktor makanan juga dikit tidaknya perlu juga diperhatikan.

Dokter Santi dalam kanal YouTube Radio Sonora FM mengungkapkan fakta unik penyakit asam urat.

Asam urat paling banyak diderita oleh mereka yang berjenis kelamin laki-laki.

Namun, perempuan yang sudah mengalami menopause punya resiko serupa.

Baca juga: INI 5 Jenis Makanan yang Pantang Dimakan Penderita Asam Urat, Termasuk Sayur Bayam

Simak tanda-tanda Diserang Penyakit Asam Urat

Meski gejalanya tak selalu jelas, beberapa gejala asam urat yang bisa diamati antara lain:

1. Rasa sakit pada jempol kaki

Ini adalah ciri klasik serangan asam urat dan dianggap sebagai gejala yang paling jelas.

Sebagian kejadian asam urat berasal dari makanan, tetapi sebagian besar adalah produk sampingan dari metabolisme normal.

Jika mencapai titik di mana tubuh kita sudah tidak lagi bisa memecah asam urat dengan optimal, maka asam urat akan menumpuk dan membentuk kristal.

Kristal tersebut sering kali berpindah ke jari kaki dan dianggap oleh tubuh sebagai penyerang asing.

Itulah yang menyebabkan rasa sakit menyiksa di area kaki yang disertai rasa hangat dan kemerahan.

Bahkan, ujung jari kaki menyentuh permukaan lembut saja bisa terasa sangat menyakitkan.

2. Nyeri pada lutut, pergelangan atau tangan, dan/atau siku

Meskipun kristal asam urat cenderung mengendap di dekat jempol kaki, namun kristal tersebut bisa saja terbentuk di persendian mana pun di tubuh.

Artinya, rasa sakit parah yang tidak bisa dijelaskan itu bisa saja terasa di sendi mana pun dan menjadi tanda asam urat.

Beberapa orang hanya mengalami nyeri pada satu sendi, yakni lutut kiri.

Tetapi, sekitar 25 persen pasien asam urat memiliki gejala poliartikular atau menyerang lebih dari satu sendi pada satu waktu.

Ketika asam urat muncul di beberapa sendi, maka penyakit ini akan lebih sulit untuk didiagnosis karena dapat meniru kondisi lain, seperti rheumatoid arthritis.

3. Nyeri intens di malam hari

Serangan asam urat lebih mungkin terjadi pada malam hari, antara tengah malam hingga jam 08.00, dibandingkan dengan siang hari.

Hal ini disebabkan adanya beberapa faktor berbeda, termasuk suhu tubuh yang lebih rendah dan kecenderungan dehidrasi selama tidur.

Baca juga: WASPADA! Empat Makanan Ini Harus Dihindari Penderita Asam Urat

Kondisi tersebut memungkinkan asam urat lebih mudah menumpuk.

4. Nyeri ketika serangan asam urat semakin parah

Jika setiap pagi kita bangun dengan lutut yang kaku dan nyeri, ada kemungkinan asam urat belum terobati sepenuhnya.

Sebab, nyeri terkait asam urat cenderung berubah dari tidak ada sama sekali atau nol menjadi 60 dalam waktu kurang dari 24 jam.

Beberapa orang akan pergi tidur dengan perasaan baik-baik saja, kemudian bangun di tengah malam dengan rasa sakit yang begitu hebat.

Penyakit asam urat cenderung menyerang sebagai rasa sakit yang mereda dalam beberapa hari hingga minggu.

Pada awalnya, penderitanya bisa saja melalui beberapa bulan atau tahun di antara serangan asam urat satu dan lainnya.

Tapi, jika tidak terobati, serangan asam urat bisa terjadi lebih sering dan lebih intens serta memengaruhi lebih banyak sendi pada saat yang bersamaan.

Selama periode asam urat satu dan lainnya, sering kali penderitanya tidak mengalami gejala dan merasa baik-baik saja.

Pola ini cenderung mengarah pada asam urat dibandingkan jenis arthritis lainnya.

5. Kelelahan atau kurang energi

Selama serangan asam urat, baik pernah mengalami atau pun pertama kali mengalaminya, kita mungkin akan merasa tubuh sangat lelah sehingga mengingatkan kita pada kondisi ketika mengalami flu.

Pada saat tersebut, kita juga mungkin mengalami demam dan nyeri otot.

6. Ada benjolan aneh di sekitar sendi

Benjolan ini disebut tophi. Tophi sebenarnya adalah gundukan kristal asam urat.

Tophi paling umum terjadi pada pasien asam urat kronis. Jadi, kita mungkin akan merasakan nyeri jauh sebelum tophi muncul.

Dengan perawatan yang tepat, tophi dapat larut sehingga dapat dihilangkan.

7. Sulit menggerakkan sendi

Menurut Mayo Clinic, seiring berkembangnya kondisi asam urat, nantinya kita mungkin akan kesulitan atau tidak bisa menggerakkan sendi secara normal.

Beberapa orang mungkin tidak pernah lagi merasakan gejala asam urat.

Namun, sebagian lainnya mungkin akan merasakannya beberapa kali dalam setahun.

Konsumsi obat dapat membantu mencegah serangan asam urat pada penderita asam urat berulang.

Jika tidak ditangani, asam urat dapat menyebabkan erosi dan kerusakan sendi.

Komplikasi Asam Urat

Asam urat lanjut

Asam urat yang tidak diobati dapat menyebabkan deposit kristal urat yang terbentuk di bawah kulit yang berbentuk nodul atau tophi.

Tophi dapat berkembang di beberapa area tubuh, seperti jari, tangan, kaki, siku, atau tendon Achiles di sepanjang bagian belakang pergelangan kaki.

Meski biasanya tidak menyakitkan, tophi bisa menjadi bengkak dan lunak selama serangan asam urat terjadi.

Batu ginjal

Kristal tersebut dapat terkumpul di saluran kemih penderita asam urat dan menyebabkan batu ginjal.

Pengobatan yang tepat dapat membantu mengurangi risiko batu ginjal.

Kapan harus ke dokter

Asam urat yang tidak terobati bisa menimbulkan nyeri yang lebih parah dan kerusakan sendi.

Jika mengalami gejala seperti di atas, segera hubungi dokter.

Jika mengalami demam serta sendi yang panas dan meradang, itu bisa merupakan tanda infeksi sehingga dianjurkan untuk segera mendapatkan perawatan medis. (*)

SUMBER: TribunJogja.Com

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved