Kamis, 28 Mei 2026

TANGKAPAN DITPOLAIR POLDA KEPRI

Ditpolairud Polda Kepri Sergap 2 Kapal di Batam, Penumpang Tak Pegang Dokumen Kesehatan

Kapal yang ditangkap Ditpolairud Polda Kepri di kawasan Tanjung Uma, Minggu (8/8/2021) pagi diketahui overkapasitas.

Tayang:
TribunBatam.id/Bereslumbantobing
Sejumlah penumpang yang diturunkan dalam dalam kapal setelah disergap oleh personel Ditpolairud Polda Kepri di pelabuhan rakyat Tanjung Uma, Minggu (8/8/2021). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Sejumlah penumpang yang semula berada di kapal di pelabuhan rakyat di kawasan Tanjung Uma Batam terpaksa diminta naik ke darat.

Setidaknya terdapat puluhan orang tujuan Provinsi Riau dalam kapal itu.

Mereka berada di dua unit kapal yang ditangkap tim partoli Direktorat Polisi Perairan dan Udara atau Ditpolairud Polda Kepri, Minggu (8/8/2021) sekira pukul 8 pagi.

Penumpang yang telah naik ke darat, selanjutnya diminta menjalani swab PCR oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Batam (KKP) Batam.

Sementara nakhoda kapal akan diperiksa terhadap tindakan kejahatan pengiriman ratusan penumpang tanpa memenuhi persyaratan.

Dirpolairud melalui Kasubdit Gakkum Ditpolair Polda Kepri, AKBP Nurochman Nulhakim mengatakan penumpang kapal sudah diturunkan ke darat untuk menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan.

Anak Buah Kapal (ABK) Tanker berkewarganegaraan India digiring ke Dermaga Mako Ditpolair Polda Kepri Sekupang.
Anak Buah Kapal (ABK) Tanker berkewarganegaraan India digiring ke Dermaga Mako Ditpolair Polda Kepri Sekupang. (TRIBUNBATAM.id/BERES LUMBANTOBING)

“Penumpang yang diangkut sudah over kapasitas,” ujarnya kepada TribunBatam.id.

Tak hanya over kapasitas, kapal itu membawa penumpang dari pelabuhan tidak resmi serta tanpa pengawasan pihak berwenang.

Kata dia pelayaran kapal juga tidak dengan kelengkapan dokumen pelayaran.

Sehingga dilakukan tindakan tegas untuk mendaratkan kapal dan penumpang.

“Kami periksa, kapal ini akan membawa penumpang ke Provinsi Riau namun tak ada hasil pemeriksaan kesehatan.

Baik antigen maupun swab PCR,” ungkapnya.

Ada dua kapal yang digiring ke pelabuhan tak resmi di Batam itu.

Masing masing kapal membawa penumpang tidak layak.

“Satu kapal bermuatan 60 orang, satu kapal lagi 40 orang penumpang.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved