Inggris dan Indonesia Kerja Sama Bangun Tenaga Kerja Maritim yang Berdaya Saing Global
Program Skills for Prosperity di Indonesia (SfP-Indonesia) dan Politeknik Negeri Batam dan Politeknik Maritim Negeri Indonesia
Penulis: Renhard Patrecia Sibagariang | Editor: Dewi Haryati
Sebagai satu-satunya sekolah maritim di bawah Kemdikbudristek, Polimarin terus berupaya menghasilkan lulusan yang berdayasaing global. Program ILO-Inggris akan mendukung upaya ini dengan mentransformasi program diploma tiga tahun menjadi program studi empat tahun yang setara dengan sarjana dalam bidang teknik pelayaran.
Sri Tutie Rahayu, Direktur Polimarin, menegaskan, sebagai politeknik yang berfokus pada pendidikan maritim, pihaknya komitmen mendukung upaya pemerintah untuk memperkuat sektor maritim.
"Prioritas kami adalah menghasilkan lulusan maritim yang terampil dan dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Kemitraan dengan institusi pendidikan di Inggris membawa perspektif dan standar global untuk memperkaya kurikulum kami," ujarnya.
Sementara itu, Owen Jenkins, Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste mengatakan, Inggris dan Indonesia merupakan dua negara maritim yang membanggakan.
"Saya sangat senang dapat mendukung prioritas yang diberikan Presiden Joko Widodo pada sektor ini, untuk bisa menghubungkan 17.000 pulau di Indonesia, dan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas perdagangan barang di seluruh kepulauan.
Program ini akan membantu memastikan pendikan siswa dan tenaga kerja Indonesia sesuai standar internasional, menggunakan pelatihan keterampilan dan keahlian teknis terbaik yang bisa diberikan sektor maritim Inggris. Saya menantikan kemitraan baru yang diluncurkan hari ini demi mendukung pembangunan ekonomi Indonesia," katanya.
Sedangkan Michiko Miyamoto, Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste, menekankan pentingnya pengembangan keterampilan dalam pemulihan ekonomi.
“Pengembangan keterampilan dan reformasi positif dalam sistem keterampilan Indonesia merupakan faktor penting dalam pemulihan dari pandemi yang berpusat pada manusia, di mana kaum muda dapat mengakses pendidikan dan pelatihan yang mengarahkan pada kesempatan mendapat pekerjaan yang layak, dan memastikan tidak ada satu orang pun yang tertinggal. Ini sejalan dengan pemulihan ekonomi yang akan didorong oleh pertumbuhan tenaga kerja yang terampil dan produktif,” ujar Michiko.
Selain kemitraan dengan Polibatam dan Polimarin, SfP-Indonesia memberikan dukungan teknis untuk peningkatan kurikulum teknik perkapalan di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) dan managemen pariwisata internasional di Polimanado melalui kemitraan internasional. University of Strathclyde mendukung PPNS dan University of Gloucestershire membantu Polimanado dalam proses ini.
Program ini merupakan bagian dari program kerja ILO dalam pengembangan keterampialn bersama pemerintah, mitra sosial dan para pemangku kepentingan di Indonesia.
Program SfP-Indonesia secara khusus bertujuan untuk meningkatkan kebijakan dan sistem pengembangan keterampilan di Indonesia sebagai upaya merespons perubahan kebutuhan keterampilan di industri maritim yang terus berkembang. Ini merupakan bagian dari proyek ILO-UK Skills for Prosperity di Asia Tenggara yang juga dilakukan di Malaysia dan Filipina.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi Ayunda Pratama, Staf Komunikasi untuk Pengembangan Keterampilan ILO, pratama@ilo.org Gita Lingga, Staf Komunikasi ILO, gita@ilo.org. (*)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Batam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/polibatam.jpg)