Breaking News:

Cukai Rokok Bawa Apri Sujadi ke Jeruji Besi, Huni Sel KPK Ulah Duet Korupsi dengan Plt Kepala BP

Cukai rokok membawa Bupati Bintan Apri Sujadi dan Pelaksana tugas (Plt) Kepala BP Bintan Mohd Saleh H Umar ke jeruji besi Komisi Pemberantasan Korupsi

Editor: Irfan Azmi Silalahi
ist
Apri Sujadi. Cukai Rokok Bawa Apri Sujadi ke Jeruji Besi, Huni Sel KPK Ulah Duet Korupsi dengan Plt Kepala BP 

TRIBUNBATAM.id - Cukai rokok membawa Bupati Bintan Apri Sujadi dan Pelaksana tugas (Plt) Kepala BP Bintan Mohd Saleh H Umar ke jeruji besi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Keduanya ditetapkan tersangka kasus dugaan korupsi kuota cukai rokok di wilayah Bintan, Kamis (12/8/2021).

Kasus ini mencuat sejak Pilkada 2020 lalu, di mana salah satu organisasi masyarakat mendesak KPK segera menetapkan Apri Sujadi sebagai tersangka kuota cukai rokok di Bintan.

Kurangnya bukti membuat penyidik KPK bergerak sekitar Februari 2021, dengan datang ke Kepri, khususnya di Wilayah Tanjungpinang dan Bintan.

Bak maraton sejumlah pejabat lain yang dianggap berhubungan dengan kasus ini tak luput dari pemeriksaan KPK, termasuk ajudan dan istri Apri Sujadi.

Dirangkum dari pemberitaan TRIBUNBATAM.id dan jejaring Tribunnews.com, berikut deretan fakta-fakta sebelum dan hari H penangkapan Apri Sujadi:

Baca juga: Bintan Ditinggalkan Apri Sujadi, Sang Bupati Diciduk KPK dan Resmi Tersangka Korupsi

1. Penggeledahan di Bintan

KPK melakukan penggeledahan Kantor BP Bintan dan Kantor Bupati Bintan pada tanggal 1 Maret 2021.

Saat itu ada 5 penyidik KPK masuk ke dalam Kantor BP Bintan dikawal 3 anggota kepolisian berpakaian lengkap.

Saat penggeledahan juga tampak Plt Kepala BP Bintan, Muhammad Saleh Umar disusul 2 anggota BP Bintan, Yurioskandar serta Kepala Bidang Hukum dan Humas BP Bintan Alfeni Harmi masuk saat penggeledahan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved