Rabu, 22 April 2026

Bank Indonesia Klaim Neraca Pembayaran Triwulan II Baik Meski Defisit 0,4 Miliar Dolar AS

Bank Indonesia mengklaim kondisi Neraca Pembayaran pada triwulan II 2021 mendukung ketahanan eksternal meski defisit.

ist
Bank Indonesia mengklaim Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) dalam kondisi baik meski mengalami defisit rendah. Foto logo Bank Indonesia (BI). 

TRIBUNBATAM.id - Bank Indonesia mencatat Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan II 2021 tetap baik, meski mengalami defisit.

Kondisi ini diklaim mendukung ketahanan eksternal.

Neraca Pembayaran Indonesia pada triwulan II 2021 mengalami defisit rendah sebesar 0,4 miliar Dolar AS, ditopang oleh defisit transaksi berjalan yang tetap rendah.

Serta surplus transaksi modal dan finansial yang berlanjut.

Dengan perkembangan tersebut, posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2021 mencapai 137,1 miliar dolar AS, relatif sama dibandingkan posisi pada akhir Maret 2021.

Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 8,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional.

Defisit transaksi berjalan pada triwulan II 2021 tetap rendah meski meningkat sejalan dengan berlanjutnya perbaikan ekonomi domestik.

Transaksi berjalan pada periode laporan mencatat defisit sebesar 2,2 miliar dolar AS (0,8% dari PDB), meningkat dibandingkan dengan defisit sebesar 1,1 miliar dolar AS (0,4% dari PDB) pada triwulan sebelumnya.

Perkembangan ini dipengaruhi oleh peningkatan surplus neraca barang, didukung oleh kenaikan ekspor seiring peningkatan permintaan negara mitra dagang utama dan harga komoditas dunia.

Di tengah kenaikan impor sejalan dengan berlanjutnya perbaikan ekonomi domestik.

Sementara itu, defisit neraca pendapatan primer meningkat akibat kenaikan pembayaran imbal hasil investasi berupa dividen seiring perbaikan kinerja korporasi pada periode laporan.

Defisit neraca jasa jupa meningkat, antara lain disebabkan oleh defisit jasa transportasi yang melebar akibat peninpkatan pembayaran jasa freight impor barang.

Baca juga: Nilai Sebenarnya Uang Koin Kelapa Sawit dari Bank Indonesia, Tak Sampai Ratusan Juta Rupiah

Baca juga: Bank Indonesia Bakal Terbitkan Mata Uang Digital, Apa Manfaatnya?

Pedagang Melayu Square Tanjungpinang Keluhkan Penerapan QRIS, Ini Kata BI Kepri. Foto Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Musni Hardi K Atmaja saat bertransaksi pembayaran non tunai melalui QRIS yang disaksikan oleh sejumlah tamu undangan pada saat peresmian kawasan non tunai di Melayu Square, Tanjungpinang, Senin, (12/4/2021).
Pedagang Melayu Square Tanjungpinang Keluhkan Penerapan QRIS, Ini Kata BI Kepri. Foto Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Musni Hardi K Atmaja saat bertransaksi pembayaran non tunai melalui QRIS yang disaksikan oleh sejumlah tamu undangan pada saat peresmian kawasan non tunai di Melayu Square, Tanjungpinang, Senin, (12/4/2021). (TribunBatam.id/Noven Simanjuntak)

Transaksi modal dan finansial pada triwulan II 2021 kembali mencatat surplus, ditopang oleh investasi langsung dan investasi portofolio.

Pada triwulan II 2021, transaksi modal dan finansial mencatat surplus sebesar 1,9 miliar dolar AS (0,7 persen dari PDB).

Melanjutkan capaian surplus pada triwulan sebelumnya sebesar 5,5 miliar dolar AS (2,0 persen dari PDB).

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved