Cara Mencegah Burnout di Masa Pandemi Corona, Bisa Menyerang Siapa Saja tanpa Pandang Usia
Kejenuhan yang amat dan melanda masyarakat Indonesia selama pandemi Covid-19 yang takjelas kapan usai berpotensi membuat seseorang mengalami burnout
Dikatakan, burnout dapat mengurangi produktivitas dan menguras energi, sehingga membuat seseorang merasa tidak berdaya, putus asa, lemah dan cepat marah.
"Jika mengalami dalam waktu yang lama, akan berdampak pada kehidupan sosial terutama pekerjaannya," imbuh Iceu.
Baca juga: Lonjakan Kasus Covid-19 di Batam Diduga Akibat Masyarakat Mulai Jenuh
Untuk mencegahnya atau cara mencegah burnout yakni ditekankan pentingnya menjaga keseimbangan hidup.
Butuh pengelolaan waktu yang baik kapan harus bekerja dan mengerjakan hal lainnya.
Selain itu, kemampuan mengelola stres menjadi penting.
Tak hanya itu, seseorang juga harus bisa mengubah gaya hidup, atur olahraga, atur pola makan dan mengelola stres.
"Dengan demikian kita bisa mengurangi terjadinya burnout.
Karena jika terjadi secara berlebihan, mengembalikan ke awal itu sulit," tuturnya.
Baca juga: DUA Jam Berbincang Bareng Pasien Covid-19 di RSKI Galang Batam, Buang Jenuh dengan Goyang TikTok
Bisa terjadi ke siapa saja
Sementara dosen Unpad lain, Indra Maulana S.Kp., Ners., M.M. menuturkan, burnout biasanya terjadi akibat pekerjaan yang menumpuk dan terlalu berat.
Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, bukan hanya dari kalangan pekerja.
Menurutnya, ibu rumah tangga juga rentan mengalami burnout di masa pandemi, karena menghadapi banyak pekerjaan rumah, ditambah dengan tugas menemani anak sekolah daring.
Terlebih tenaga medis juga rentan mengalami burnout, karena harus menghadapi banyaknya pasien akibat pandemi.
Begitu juga dengan pekerja lain yang harus menghadapi banyak pekerjaan terlebih dengan situasi keterbatasan di tengah pandemi.

"Kita harus kelola waktu supaya tidak terjadi stres berkepanjangan karena pekerjaan yang menumpuk," kata Indra.