Breaking News:

Kasus Covid-19 di Batam Menurun, Orangtua Murid Minta Pemerintah Segera Buka Belajar Tatap Muka

Proses belajar mengajar tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti, memakai masker, menjaga jarak, dan cuci tangan pakai sabun.

TRIBUNBATAM.id/HENING SEKAR UTAMI
Ilustrasi vaksinasi pelajar di Vihara Duta Maitreya Batam Center, Jumat (23/7/2021). Jumlah pasien Covid-19 di Batam menurun, orangtua siswa ingin sekolah berlangsung tatap muka. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 semakin menurun di Kota Batam, dan ini jelas hal yang mengembirakan.

Untuk itu sejumlah orangtua siswa meminta pemerintah untuk membuka kembali proses belajar mengajar tatap muka di sekolah.

Namun proses belajar mengajar tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Seperti, memakai masker, menjaga jarak, cuci tangan pakai sabun ataupun handsanitizer.

"Jumlah kasus kan semakin menurun, pemerintah buka kembali dong proses belajar tatap muka di sekolah. Kasihan anak-anak dirumah. Mau jadi apa kalau sudah besar nanti. Kalau orangtua pasti ngajarnya gak maksimal," ujar Seorang Warga Batam Center yang merupakan seorang orangtua murid di SDS Batam Center, Tania, Senin (23/8/2021).

Padahal, lanjut dia, anak-anak lebih banyak juga bermain-main dirumah ketimbang belajar. Kadang berkumpul dengan teman-temannya sekomplek untuk bermain bersama.

"Tidak mungkin kita kurung-kurung terus di rumah. Apalagi udah kelas 5 SD udah mengerti bermain. Bermain sepeda aja terus," kata Tania.

Ia berharap pemerintah bisa mempetimbangkan kembali kebijakan ini. Sehingga peserta didik bisa kembali belajar tatap muka di sekolah sesuai mekanisme yang diatur. 

Belajar mengajar sembari menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Seperti, memakai masker, menjaga jarak, cuci tangan pakai sabun ataupun handsanitizer.

"Misalnya 50 persen sekolah, 50 persen belajar di rumah. Nah begitu mekanismenya. Minggu depannya gantian misalnya anak-anak yang masuk. Jadi masih terbantu," katanya.

Sementara itu, orangtua lainnya, Yusniar mengaku anak perempuannya sudah masuk pesantren sewaktu jumah kasus Covid-19 masih meningkat. Itupun harus disetujui orang tuanya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved