KEPRI TERKINI
Suami Terjerat Kasus Mafia BBM Subsidi, Ibu Hamil dan Lima Anaknya Datangi Polda Kepri
Ditemani para anaknya, ia menunggu dengan tatapan kosong ke arah bangunan tempat suami mereka diperiksa penyidik.
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Eko Setiawan
TribunBatam.id, Batam – Seorang perempuan hamil bersama empat anaknya duduk bersila di halaman Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri, Selasa (2/6) siang.
Ditemani para anaknya, ia menunggu dengan tatapan kosong ke arah bangunan tempat suami mereka diperiksa penyidik.
Perempuan itu, sebut saja Siti (bukan nama sebenarnya), datang membawa empat dari lima anaknya. Tiga di antaranya perempuan dan satu laki-laki. Usia mereka masih belia, mulai dari tingkat TK, SD hingga SMP.
Sementara anak sulungnya tak ikut hadir karena harus bekerja membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
Anak-anak itu tampak tenang, meski sesekali menoleh ke pintu gedung berharap bisa segera bertemu ayah mereka.
Sang ibu berusaha menguatkan hati anak-anaknya yang sudah hampir dua bulan kehilangan sosok kepala keluarga di rumah.
"Sabar ya, Nak. Bentar lagi ketemu ayah. Tunggu dipanggil polisi baru kita bisa masuk," ujar Siti sambil menenangkan anak-anaknya.
Mereka terus menunggu di teras gedung. Tak banyak percakapan yang terjadi. Sesekali Siti termenung, berusaha menyembunyikan kegelisahan di balik wajah yang terlihat lelah.
Di tengah penantian itu, perempuan yang kini tengah mengandung empat bulan tersebut mengaku hanya bisa pasrah menghadapi kenyataan yang menimpa keluarganya.
"Saya punya lima anak, sekarang sedang hamil empat bulan. Anak pertama sudah bekerja bantu keluarga. Anak kedua baru tamat SMP, yang ketiga dan keempat masih SD," katanya dengan suara bergetar
Dia mengungkap kondisi keluarganya ditengah kesulitan. Hal itu membuatnya kewalahan dalam mengurus anak-anak.
" Saya tidak bekerja, selama ini hanya suami yang mencari nafkah. Sekarang semua seperti pupus. Sudah hampir dua bulan suami saya ditahan," katanya.
Menurut Siti, suaminya, Dedi Susanto (DS), selama ini dikenal sebagai pencari nafkah utama keluarga. Ia mengaku suaminya kerap membeli BBM untuk kebutuhan nelayan, namun dalam praktiknya juga menjual sebagian kepada pihak lain yang membutuhkan.
"Suami saya sebenarnya mengambil minyak untuk nelayan. Kadang ada orang di darat yang mau beli. Tapi akhirnya tertangkap. Saya hanya memohon keadilan dan keringanan hukuman demi anak-anak kami," ujarnya.
DS merupakan satu dari tiga tersangka yang ditangkap Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Ditreskrimsus Polda Kepri dalam kasus dugaan penyalahgunaan dan penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar dan pertalite pada awal April lalu.
| Isu Pulau Katang Lingga Dijual, Pemprov Kepri Telusuri Status Lahan dan Aturan Tata Ruang |
|
|---|
| Peringati Hari Marwah, BP3KR Minta Pemprov Kepri Perjuangkan Pengesahan UU Daerah Kepulauan |
|
|---|
| Unity Ride Bintan Siap Digelar, Satukan Pesepeda Lokal hingga Mancanegara Jelajahi Kepri |
|
|---|
| Gubernur Kepri Ansar Siapkan Langkah Strategis, Optimis Capai Target Investasi Rp 86 Triliun |
|
|---|
| Sidak RSUD RAT, Waka DPRD Kepri Sebut Alat Kesehatan Mereka Lebih Unggul dari RS Swasta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Wanita-hamil-bersama-4-anaknya-memasuki-gedung-Ditreskrimsus-untuk-menemui-sang-ayah.jpg)