Jumat, 5 Juni 2026

Semua Hal Terbaru Tentang Covid-19, Cara Masuk Virus Corona ke Sel hingga Keefektifan Vaksin

Peneliti sistem kesehatan Pennsylvania menemukan jumlah pasien Covid-19 usia di bawah 50 tahun dirawat di RS awal 2021 lebih banyak dibanding 2020

Tayang:
Freepik by pikisuperstar
Ilustrasi mutasi virus corona. Semua Hal Terbaru Tentang Covid-19, Cara Masuk Virus Corona ke Sel hingga Keefektifan Vaksin 

TRIBUNBATAM.id - Teka teki asal virus corona muncul dan menyerang manusia hingga kini belum terjawab.

Sejak menginfeksi jutaan orang di dunia, SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 juga belum ditemukan penangkalnya.

Vaksin yang telah ada dan disuntikkan ke manusia bahkan seiring waktu berkurang keefektifannya.

Corona makin menjadi dan membentuk sel/varian baru yang lebih mudah menular.

Peneliti dari sistem kesehatan Pennsylvania menemukan, jumlah pasien Covid-19 berusia muda (di bawah 50 tahun) yang dirawat di rumah sakit di awal 2021 lebih banyak dibanding akhir 2020.

Orang di bawah 50 tahun yang dites positif pada Maret dan April 2021, ketika varian Alpha dari virus corona beredar di Pennsylvania, lebih kecil kemungkinan meninggal dibandingkan November 2020 dan Januari 2021.

Baca juga: Cara Masuk Virus Corona ke Sel Manusia Terjawab? Ini Fakta yang Ditemukan Para Ilmuan

Sementara itu, dokter yang mengimunisasi 120 penghuni panti jompo dengan vaksin Covid-19 mRNA Pfizer/BioNTech menemukan, perlindungan antibodi menurun hingga 28 persen setelah enam bulan disuntik.

Sementara setelah mendapat dua dosis vaksin, perlindungan mencapai 84 persen.

Penelitian yang dipublikasikan di medRxiv sebelum tinjauan sejawat, menambah bukti yang menunjukkan bahwa perlindungan dari vaksin berkurang seiring waktu.

Ilustrasi virus corona
Ilustrasi virus corona (ist)

Sebuah studi baru-baru ini diterbitkan jurnal Nature Chemistry tentang  "pintu" masuk khusus yang membantu virus corona menginfeksi sel tubuh.

Tentu, studi ini memerlukan studi lebih lanjut untuk menguatkan temuan dan yang belum disertifikasi peer review.

Dalam laporan yang terbit pada Kamis (19/8/2021) itu, para peneliti menemukan adanya residu gula pada protein spike virus corona baru.

Seperti diketahui, protein spike atau protein lonjakan virus corona adalah senjata virus saat memasuki dan menginfeksi sel tubuh, yang kemudian menyebabkan penyakit Covid-19.

Protein spike tersebar di permukaan virus corona, bentuknya seperti paku.

Dilansir dari Reuters pada Sabtu (21/8/2021), molekul yang membentuk residu glukosa atau disebut glycans ada di sekitar tepi protein spike.

Baca juga: Virus Corona Pulang ke China, Media Pemerintah Sebut Wabah Covid-19 Terparah Sejak Muncul di Wuhan

Baca juga: Virus Corona Muncul Lagi di Wuhan, Warga Panic Buying Serbu Supermarket

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved