BATAM TERKINI
Pendapatan Bus Trans Batam Turun 50 Persen Selama Pandemi Covid-19, Cuma 50 Unit Beroperasi
Pendapatan Kota Batam dari Bus Trans Batam turun lebih 50 persen selama pandemi Covid-19. Hingga akhir Juli pendapatan Trans Batam baru Rp 2,6 miliar.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pendapatan Kota Batam dari Bus Trans Batam turun lebih 50 persen selama pandemi Covid-19.
Pencapaian hingga akhir Juli pendapatan trans Batam baru diangka Rp 2,6 miliar.
Pada 2019 lalu pendapatan dari trans Batam mencapai Rp 9,8 miliar, kemudian ditahun 2020 pendapatan turun jadi Rp 4,8 miliar.
Padahal sebelum pandemi Covid-19 melanda Kota Batam, pendapatan dari Trans Batam bisa lebih dari Rp 15 juta.
Namun sejak pandemi pendapatan rata-rata di bawah Rp 10 juta.
"Antara tahun 2019 dan 2020 itu turun Rp 5 miliar, lebih dari 50 persen. Untuk tahun ini hingga Juli tercatat Rp 2,6 miliar," ujar Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Pebrialin, Senin (20/8/2021).
Pebrialin menuturkan turunnya pendapatan dari Trans Batam dipastikan tak mengurangi pelayanan terhadap masyarakat.
Sebab anggaran biaya operasional trans Batam sudah ditanggung pemerintah dalam hal ini Pemko Batam.
Baca juga: BERLAYAR Pakai Satu Mesin dari Jakarta, Jadwal KM Kelud Molor 18 Jam, Kini Berangkat Menuju Medan
"Jadi pelayanan tetap maksimal, pendapatan menurun tak ada pengaruh pada pelayanan. Kami tetap maksimalkan," kata Pebrialin.
Protokol kesehatan dalam bus Trans Batam juga diberlakukan secara ketat.
Selama pandemi terutama selama masa PPKM pihaknya memang membatasi jumlah penumpang hingga 50 persen.
Di perjalanan, para penumpang wajib menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, jaga jarak dan hand sanitizer yang memang sudah disediakan.
"Demi kesehatan bersama, kapasitas penumpang memang dikurangi. Apalagi selama PPKM. Rata-rata penumpang maksimal 50 persen," ujarnya.
Menurut dia, dari 80 unit Trans Batam, sekitar 12 unit kurang layak dipakai, sedangkan sisanya masih terawat.
Namun, saat pandemi ini hanya 50 unit yang beroperasional.
"Memang unit yang beroperasional dikurangi, hanya 50 unit saja. Namun untuk jalur masih tetap ada," imbuhnya.
Ia menambahkan tak hanya hanya trans Batam, operasional angkutan umum milik swasta dan perorangan juga mengalami penurunan omset. (TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Batam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/target-pad-dishub-batam-dari-bus-trans-batam.jpg)