Kasus Covid-19 di Kepri Turun, Begini Pengakuan Penggali Makam di Natuna dan Batam
Sejak awal tahun 2021, pihak Kecamatan sama sekali belum membayar uang pemakaman pada pihak terkait.
Penulis: Thom Limahekin | Editor: Thom Limahekin
Tak jauh dari lokasi gubuk tempat mereka beristirahat, beberapa liang kubur tampak sudah siap digali. Ada 6 lubang galian liang yang siap diisi.
"Tuh, galian liang sudah ada itu tersedia. Jadi kalau ada masuk, tinggal kami makamin," tutur kordinator petugas gali kubur TPU Sei Temiang, Joko.
Setiap pagi, mereka mulai menyiapkan liang lahat meski jenazah belum tentu datang. Hal ini dilakukan untuk meringankan pekerjaan mereka hingga seharian.
"Sekarang kita sudah siapkan galian liang, jadi kalau ada jenazah datang langsung kita makamin, tak perlu menunggu lagi," ujar Joko.
Kata dia, untuk hari ini dari pagi belum ada jenazah covid-19 yang akan dikubur. "Sampai siang ini masih minim, gak tau sore nanti ya. Tapi beberapa hari terakhir sudah minim jenazah covid-19 masuk. Alhamdulillah lah, biar covad covid ini cepat berakhir," ucap Joko.
Dari total lahan TPU Sei Temiang, sebanyak 3 blok sudah terisi penuh. Blok R yang dibuka dalam satu bulan terakhir pun sudah tak menyisakan lahan sama sekali.
Pemandangan di TPU ini penuh dengan batu nisan dari papan kayu yang tampak berjejer rapi. Beberapa di antaranya tampak dipenuhi taburan bunga bekas ziarah keluarga. Sedang beberapa di antaranya hanya berupa timbunan tanah tanpa petakan papan. (TRIBUNBATAM.id/Thomas Tonek Thomlimah Limahekin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/29072021penggali-kubur-pasien-covid-19-di-sei-temiang.jpg)