Breaking News:

HUMAN INTEREST

Kisah Ali Penambang Boat Pancung di Tanjungpinang Bertahan Saat Pandemi Covid-19

Ali, penambang boat pancung di Tanjungpinang mengakui pendapatannya ikut menurun semenjak pandemi covid-19

Penulis: Muhammad ilham | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Muhammad Ilham
Ali (70), penambang boat pancung yang terdampak Covid-19. Berharap virus corona segera berakhir. Foto diambil di Pelabuhan Pelantar 1 Tanjungpinang, Selasa (31/8/2021) 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Namanya Ali (70), postur tubuhnya kurus dengan rambut yang sudah memutih.

Meski tak muda lagi, pria asal Teluk Bintan yang kini menetap di Penyengat itu tetap giat bekerja.

Saat ditemui TribunBatam.id, Ali sedang sibuk mencatat dan menjual tiket kepada penumpang yang hendak naik boat pancung di Pelabuhan Pelantar 1 Tanjungpinang, Selasa (31/8/2021).

"Saya asli Bintan, tepatnya di Teluk Bintan. Sekarang tinggal di Penyengat bersama istri," ujarnya seusai melayani penumpang.

Sehari-hari Ali bekerja sebagai penambang boat pancung dari Pelabuhan Pelantar 1 Tanjungpinang ke Pulau Penyengat.

Baca juga: Jeritan Penambang Boat Pancung di Pelabuhan Rakyat Sagulung Batam saat Pandemi Covid

Baca juga: Kisah Budi 20 Tahun Jadi Penambang Boat Pancung di Batam Bertahan saat Pandemi Covid

Diakuinya, bekerja di laut sebagai penambang boat pancung memang mesti hati-hati. Sebab pernah ada kejadian nahas.

"Kerja di laut ini kita harus hati-hati, apalagi saat cuaca buruk seperti sekarang ini.

Sekitar tahun 2015 pernah ada kapal boat pancung yang tenggelam, saat itu ada yang meninggal. Jadi kita memang harus waspada dengan cuaca," katanya.

Saat ini Tanjungpinang kerap diguyur hujan, bahkan sampai menyebabkan banjir seperti di Kilometer 8 atas beberapa waktu lalu.

Kondisi cuaca yang terbilang cukup ekstrem ini berdampak ke laut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved