Breaking News:

10 Calon TKI Ilegal Diselamatkan Ditpolairud Polda Kepri, Bakal Dikirim ke Malaysia

Ditpolairud Polda Kepri gagalkan pengiriman 10 calon TKI ilegal ke Malaysia. Bersama dengan 10 orang itu, polisi menangkap 2 orang lainnya

Penulis: Ichwan Nur Fadillah | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa Humas Polda Kepri
10 calon TKI yang diselamatkan Ditpolairud Polda Kepri 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - 10 orang perempuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau dikenal juga dengan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) diselamatkan oleh Tim Satya Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Kepri.

Saat itu mereka akan dikirim ke luar negeri melalui perairan Nongsa, Kota Batam.

Para PMI atau TKI ini akan dikirim ke luar negeri secara ilegal oleh tersangka berinisial LS dan D.

"Peran kedua tersangka adalah sebagai kurir," ungkap Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt, Jumat (3/9/2021).

Harry mengungkapkan, peristiwa ini terjadi Kamis (2/9/2021) sekitar pukul 17.30 WIB.

Baca juga: Kesepian Ditinggal Suami yang Kini TKI di Malaysia, Ibu Muda Asal Aceh Ini Tertangkap di Hotel

Baca juga: Pemerintah Kota Batam Kecolongan, Kemenaker Sidak Hotel dan Ditemukan TKI Ilegal

Di mana, pihaknya menerima informasi dari masyarakat bahwa ada beberapa orang calon PMI ilegal.

"Mengetahui hal tersebut, tim langsung menuju ke TKP dan menemukan adanya 10 orang calon PMI Ilegal yang telah diberangkatkan menuju ke Negara Malaysia," jelasnya lagi.

Lalu, pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan dokumen ketenagakerjaan terhadap sepuluh orang PMI dan dua tersangka tersebut.

Setelah pemeriksaan awal, lanjut Harry, korban dan tersangka dibawa menuju kantor Ditpolairud Polda Kepri guna pemeriksaan lebih lanjut.

"Adapun barang bukti yang diamankan adalah 1 unit speedboat mesin tempel 60 PK dan 2 unit handphone," ungkapnya.

Kedua tersangka diduga melanggar pasal 81 juncto pasal 69 dan/atay pasal 86 juncto pasal 73 Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

Dengan ancaman paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 15 miliar.

(*/tribunbatam.id/ichwannurfadillah)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita tentang Kepri

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved