Minggu, 26 April 2026

CORONA KEPRI

2 Kecamatan di Batam Masih Zona Merah, Tapi Kasus Covid-19 Terus Menurun

2 kecamatan di Batam saat ini masih berstatus zona merah penyebaran covid-19. Berikut ini update terbaru kasus covid-19 Batam.

Kompas.com
Ilustrasi. 2 kecamatan di Batam saat ini masih berstatus zona merah penyebaran covid-19. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 kembali mengalami penurunan yang signifikan.

Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Senin (6/9/2021) ada 165 orang yang masih menjalani perawatan ataupun isolasi mandiri.

Di hari yang sama pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah 21 orang, lalu pasien yang sembuh 21 orang, dan meninggal 1 orang.

Saat ini hanya 2 kecamatan zona merah yakni Kecamatan Batamkota dan Batuaji.

Sedangkan Kecamatan lainnya sudah menunjukan perubahan warna kuning dan oranye.

"Tapi untuk kelurahan sudah tidak ada lagi yang zona merah, sebagian zona kuning dan hijau. Tentu kita bersyukur dengan grafik Covid-19 yang terus menurun," ujar Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, Azril Apriansyah.

Diakuinya penurunan jumlah kasus seiring dengan pelaksanaan vaksinasi yang mampu mencegah penyebaran Covid-19.

Meskipun, masyarakat yang terpapar virus corona usai vaksin, penyembuhannya akan lebih cepat dibandingkan dengan yang belum vaksin.

"Intinya kita bersyukur, di akhir penerapan PPKM Level 3 ini angka Covid-19 terus turun. Mudah-mudahan ke depan statusnya sudah berubah menjadi Level 2 ataupun Level 1," kata Azril.

Sementara itu, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi berharap pandemi Covid-19 di Kota Batam dapat segera di nol kasus.

Baca juga: 4 Calon Peserta Tes SKD CPNS Batam Terkonfirmasi Positif Covid-19, Kemungkinan Ujian Susulan

Dengan demikian ekonomi secara bertahap juga kembali normal. Dan semua sektor yang terdampak kembali bangkit.

"Sekarang semua kegiatan kita longgarkan. Tapi ingat Covid-19 masih menjadi ancaman. Jadi senjata diri dengan prokes, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, hindari kerumunan, dan rajin berolahraga," kata Rudi.

Sementara, Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam Didi Kusmarjadi menambahkan, penurunan kasus Covid-19 tidak lepas dari disiplin masyarakat menerapkan prokes.

Sehingga, jumlah kian hari menurun, dan jumlah yang meninggal juga berkurang.

Lalu pasien yang dirawat di rumah sakit juga berkurang dan jumlah yang melakukan isolasi mandiri juga sedikit.

Ini menunjukan upaya pemerintah dalam menekan Covid-19 di Kota Batam.

"Kita harapkan, semakin menurun. Setidaknya kita sudah bisa menapas sebentar. Karena, rumah sakit tingkat hunian pasien Covid-19 yang dirawat juga berkurang," katanya.

Kendati demikian, Didi mengimbau agar masyarakat juga tidak terlena. Karena, risiko terkena juga bisa saja terjadi kembali, apabila prokes tidak diterapkan dengan benar.

"Kalau bisa double masker saat beraktivitas. Sehingga, risikonya kecil terpapar. Ingat, mereka yang sudah vaksin maupun sudah jadi penyintas bisa terinfeksi lagi jika prokesnya lalai. Jadi pakai masker, cuci tangan atau basuh dengan hand sanitizer itu penting," tegas Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam ini.

Tunggu Singapura Buka Pintu

Walaupun kasus Covid-19 semakin menurun, pintu masuk internasional belum diketahui kapan akan dibuka.

Khususnya pintu dari Batam ke Singapura ataupun sebaliknya.

Kendati demikian, Kota Batam akan terus berbenah.

Salah satunya mengupayakan seluruh Kecamatan dan Kelurahan di Kota Batam keluar dari zona merah.

Sehingga wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk ke Kota Batam bisa merasa aman dan nyaman.

"Keputusan buka atau belum itu bukan di daerah. Melainkan Goverment to Goverment. Tapi sekarang ada indikator-indikator semakin membaik kondisi Covid-19 ini," ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, Senin (6/9/2021).

Pihaknya juga mengupayakan seluruh pelaku wisata divaksin Covid-19.

Di mana capaian vaksinasi Covid-19 pelaku pariwisata sudah di atas 75 persen.

"Ini indikator baik," katanya.

Baca juga: DLH Batam Beri Diskon dan Tunda Bayar Uang Sampah bagi Pelaku Usaha Terdampak Covid-19

Ardiwinata melanjutkan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Pemko Batam, memberikan sertifikat CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability) untuk pelaku pariwisata.

Ke depan akan ada Blue Pass untuk Tracking dan Tracing di Batam.

"Kita terus berbenah. Kapan dibukanya itu tergantung kesepakan dua negara. Isu terakhirnya September ini. Tapi belum resmi. Pemerintah Singapura pun disana juga terus berbenah," katanya.

Ia menambahkan, untuk Kota Batam sudah melakukan relaksasi aturan masuk orang asing ke Batam. Pertama, pemegang Kitas, pekerja sosial, pekerja kesehatan, diplomat dan sektor vital. Selanjutnya para pebisnis.

"Kita berharap travel bubble yang dicanangkan Bali dan Kepri, untuk Kepri, Nongsa dan Lagoi, bisa terus berbenah. Semoga semuanya ready," katanya.
(TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi)

*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved