Breaking News:

Korupsi Dana Desa, Sekdes Tarempa Barat Daya Jalani Sidang Perdana di Tanjungpinang

Dalam dakwaan JPU, modus korupsi Sekdes Tarempa Barat Daya Anambas Iswandi mengajukan SPP kegiatan dengan realisasi fiktif secara bertahap 5 kali

Penulis: Rahma Tika | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Sidang perdana Sekretaris Desa Tarempa Barat Daya Anambas, Iswandi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Tanjungpinang. Agenda sidang pembacaan surat dakwaan oleh penuntut umum 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Sekretaris Desa Tarempa Barat Daya Anambas, Iswandi menjalani sidang perdana sebagai terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Tanjungpinang, Selasa (7/9/2021).

Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Iswandi dengan dakwaan primer: pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia No 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 65 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Atau subsidiar pasal 3 Jo pasal 18 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang Republik Indonesia No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 65 Ayat (1) ke-1 KUHP pidana.

Iswandi dijelaskan, telah menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun anggaran 2020 atas dua kegiatan. Yaitu kegiatan lanjutan pemasangan batu miring dan semenisasi jalan Tanjung pandan dan kegiatan semenisasi jalan gang perkuburan desa.

Modusnya, terdakwa Iswandi mengajukan surat permintaan pembayaran (SPP) kegiatan dengan realisasi kegiatan fiktif secara bertahap sebanyak 5 kali.

Baca juga: Tersangka Korupsi Dana Desa Tarempa Barat Daya Anambas Segera Disidang

"Total kerugian negara sebesar Rp 180.529.978.00, berdasarkan laporan hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara inspektorat Kabupaten Kepulauan Anambas atas perkara dugaan tindak pidana korupsi di Desa Tarempa Barat Daya," ucap JPU.

Sidang saat itu diketuai oleh majelis hakim Eduart M.P. Sihaloho, SH,. MH, dengan JPU Fahmi Ari Yoga dan Bambang Wiratdany. Sedangkan terdakwa didampingi penasihat hukumnya, Zefri Idham.

Usai pembacaan dakwaan, majelis hakim memberikan kesempatan kepada JPU untuk menghadirkan saksi pada sidang lanjutan yang diagendakan pada tanggal 16 September 2021 mendatang.

Sementara itu, Kacabjari Natuna di Tarempa Roy Huffington berharap proses persidangan dapat berjalan dengan baik.

"Kita berharap persidangan lancar dan aman serta nanti akan mendapatkan kepastian hukum bagi terdakwa," kata Roy.

(*/Tribunbatam.id/Rahma Tika)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Anambas

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved