Breaking News:

BATAM TERKINI

Kasus Penjualan Agunan Rumah di CIMB Niaga, 3 Terdakwa Keberatan Tuntutan Jaksa

Tiga terdakwa kasus penjualan agunan rumah CIMB Niaga memohon ke majelis hakim PN Batam untuk membacakan pembelaan.

TribunBatam.id/Istimewa
Sidang pembacaan tuntutan secara daring atas kasus penjualan agunan rumah secara sepihak di Pengadilan Negeri Batam, Selasa, (7/9/2021). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Tiga terdakwa kasus dugaan pemalsuan surat dan penggelapan agunan rumah secara sepihak mengaku keberatan atas pembacaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Batam.

Keberatan itu diajukan oleh masing-masing pengacara dari 3 terdakwa setelah mendengarkan pembacaan tuntutan oleh JPU Kejari Batam, Herlambang.

Dalam sidang secara daring itu, JPU Kejari Batam mengatakan terdakwa Abdi Bakti terbukti secara sah telah melakukan tindak pidana penggelapan.

Kasus penjualan agunan rumah di Bank CIMB Niaga ini, sebelumnya masuk persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Batam sejak Selasa (10/8/2021).

Kurnia Fensury yang menjadi korban dalam kasus ini menerangkan, permasalahan tersebut bermula pada 11 September 2020 lalu.

Yang secara tiba-tiba Bank CIMB Niaga melayangkan surat somasi ke-2 yang dikirimkan ke alamat rumahnya di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga.

Dalam keterangan surat tersebut, ia diminta untuk membayar biaya angsuran pokok, bunga dan denda senilai Rp 91 juta dengan batas waktu pembayaran 18 September 2020.

Kurnia Fensury membenarkan jika ia menunggak membayar angsuran rumah selama dua tahun.

Ini menurutnya terjadi karena auto debet miliknya yang bermasalah.

Kurnia pun berniat membayar ditambah denda sebesar Rp 91 juta.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved