Senin, 11 Mei 2026

Varian Terbaru Corona Muncul, Bernama Mu Lebih Bahaya Mana dengan Delta?

SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 telah bermutasi menjadi 9 jenis, sejak awal kemunculannya di Wuhan, China akhir 2019 silam. Yang terbaru adalah varian Mu

Tayang:
tribunbatam.id/istimewa
Varian Terbaru Corona Muncul, Bernama Mu Lebih Bahaya Mana dengan Delta? Foto petugas kesehatan RSUD Encik Mariyam, Daik, Kabupaten Lingga sedang beristirahat 

TRIBUNBATAM.id - SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 telah bermutasi menjadi 9 jenis, sejak awal kemunculannya di Wuhan, China akhir 2019 silam.

Dari seluruh varian itu, Delta paling kesohor karena dampak dan efek yang ditimbulkannya sangat luar biasa.

Tragedi tsunami corona di India adalah contoh kengerian serangan varian Delta, di mana Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memasukkannya dalam variants of concern, yang berpotensi memperburuk pandemi.

Setidaknya ada tiga varian yang tingkat kengeriannya sama seperti Delta dan masuk variants of concern, yaitu varian Alpha, pertama kali terdeteksi di Inggris pada September 2020.

Lalu ada varian Beta yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan pada Mei 2020, serta varian Gamma yang pertama kali terdeteksi di Brasil pada November 2020.

Baca juga: Cegah Corona dengan 7 Cara, Ahli Beberkan Bahaya Mutasi Covid-19 Sembilan Varian

Di tengah kengerian empat variants of concern yang dinilai WHO berpotensi memperburuk pandemi, terdapat lima varian lain hasil mutasi dari Covid-19.

Salah satunya adalah varian Mu, yang pertama kali terdeteksi di Kolombia pada bulan Januari 2021 lalu.

Varian Mu disejajarkan dengan empat varian lain yang dikategorikan WHO sebagai variant of interest (VOI).

Novel Corona Virus dinamain Covid-19 oleh WHO
Novel Corona Virus dinamain Covid-19 oleh WHO (istimewa)

Mu, yang secara ilmiah dikenal sebagai B.1.621, saat ini sedang dipantau oleh Organisasi Kesehatan Dunia.

Mengutip Channel News Asia, WHO menjelaskan varian itu memiliki mutasi yang menunjukkan risiko resistensi terhadap vaksin, dan menekankan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahaminya.

Mengerikannya, varian Mu dilaporkan telah terdeteksi di negara-negara seperti Amerika Selatan (AS) dan Eropa.

"Varian Mu memiliki konstelasi mutasi yang menunjukkan sifat potensial untuk lolos dari kekebalan," kata WHO, Selasa (31/8/2021) dalam buletin pandemi mingguannya.

Baca juga: Ramai Twet Covid-22, Lebih Ganas dari Varian Delta? Pakar Kesehatan Buka Suara

Seperti diketahui, semua virus termasuk SARS-CoV-2 dilaporkan bermutasi dari waktu ke waktu.

Adapun selain Mu, empat variants of interest yang sedang dipantau WHO antara lain:

1. Eta, pertama kali terdeteksi di beberapa negara pada Desember 2020

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved