6 Poin Penting Membeli Rumah Impian Menurut Ahli Keuangan
Pahami kondisi keuangan, kenali rumah impianmu dan membuat sebuah perencanaan finansial adalah saran dariFinancial Expert Halo Fina, Mohammad Teguh
TRIBUNBATAM.id - Banyak orang mengimpikan memiliki rumah.
Meski tak jarang ditemukan yang punya preferensi hanya menyewa, rumah adalah "pondasi" utama keluarga.
Sayangnya harga rumah yang terus naik membuat banyak orang sulit memilikinya.
Solusi yang bisa dilakukan adalah dengan cara mencicil untuk mendapatkannya.
Di tengah kondisi harga yang selalu meningkat dan daya beli rendah, tentu untuk memiliki aset ini jadi terkendala.
Financial Expert Halo Fina, Mohammad Teguh menyatakan ada tiga aspek seseorang untuk memiliki rumah.
"Pahami kondisi keuangan, kenali rumah impianmu dan membuat sebuah perencanaan finansial," ungkap Teguh dalam siaran Radio Smart FM bertajuk "Wujudkan Rumah Impian".
Baca juga: Cara Mengajukan KPR ke Bank untuk Kepemilikan Rumah, Cek Komponen Biayanya
Baca juga: Mau Beli Rumah? Pahami Dulu Perbedaan KPR Subsidi dan Nonsubsidi
Dilansir dari Sonora.id, setelah memahami poin pertama dan kedua, lantas bagaimana memenuhi poin ketiga.
Hal ini tentunya erat kaitannya dengan manajemen uang dan berikut adalah caranya.
1. Perhatikan kemampuan beli
Kemampuan daya beli berkaitan dengan apakah kamu ingin membeli rumah secara cash atau mencicil.
Jika memilih yang kedua, maka perlu perhitungan strategis.
"Anggarkan 30 persen dari pendapatan untuk dialokasikan ke cicilan KPR atau 35 sampai 40 persen biar cepat," jelas Teguh.
Jika sudah memiliki cicilan lain seperti mobil, usahakan agar angka 30 persen tersebut mencakup keduanya.
Jangan sampai dengan ada cicilan lain, total penganggaran gajimu melebihi 40 persen.
Tentunya ini untuk menjaga kesehatan finansialmu.
2. Tentukan rumah sesuai dengan impian
Biasanya ketika membeli rumah seseorang cenderung tidak mengerti rumah impian dan berujung pada pembelian rumah yang tidak diharapkan.
Selain itu rumah impian tidak harus tentang kemewahan.
Usahakan kamu juga mengerti pemanfaatan ruang dalam rumah impian.
Misalnya, karena kamu adalah seorang pekerja kantoran yang membutuhkan ketenangan dalam bekerja.
Maka kamu bisa menyisakan satu ruang khusus untuk kantor pribadimu.
Baca juga: Syarat Mudah Ajukan KPR Tapera, Gaji Rp 4 Juta Suku Bunga KPR Cuma 5 Persen
Baca juga: Pengin Punya Rumah? Simak Syarat Lengkap Dapatkan Bantuan Subsidi KPR Rp 40 Juta
3. Pastikan keamanan developer
Begitu tahu rumah yang diimpikan, pastikan apakah pihak developer memiliki kerja sama dengan bank tertentu.
Biasanya jika ada bank tertentu, prosesnya akan cenderung lebih mudah dan lebih aman.
4. Bandingkan bank yang jadi mitra developer
Tiap bank memiliki penawaran atau program tersendiri, yang memungkinkan seseorang bingung memilihnya.
Setidaknya, aspek yang bisa pertimbangkan dalam membandingkan layanan antarbank adalah kemudahannya, DP dan cicilan.
"Yang paling penting adalah cicilan dan DP," ujar teguh.
Tentunya ini perlu dikondisikan dengan keuanganmu.
5. Jangan sungkan menawar
Jika memiliki kendala finansial, konsultasikan dan mintalah keringanan.
"Bank biasanya memiliki anggaran menurunkan rate-nya meski membutuhkan pembuktian dari kita," kata Teguh.
Kamu sebagai pengaju juga perlu mempertimbangkan posisi tawarmu (bargaining position) selama masa penawaran agar pengajuan kredit diterima.
6. Kritis memilih bank
Pilihlah bank yang memiliki portofolio KPR cukup besar
Hal ini berkaitan dengan penyimpanan sertifikat dan keamanan.
Baca juga: Relaksasi Cicilan saat Pandemi, Ini Syarat Dapatkan Subsidi Bunga KPR dan Kredit Kendaraan
Baca juga: Simulasi KPR Rumah Rp 900 Juta DP 0 Persen, Cek Cicilan Per Bulan Tenor 5,10 hingga 30 Tahun
Baca juga: Pengin Punya Rumah? Simak Syarat Lengkap Dapatkan Bantuan Subsidi KPR Rp 40 Juta
.
.
.
(*/ TRIBUNBATAM.id)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/7-wanita-ini-habiskan-lebih-dari-8-miliar.jpg)