KARIMUN TERKINI
KARIMUN Bakal Miliki Lumbung Pangan Masyarakat, Jaga Pasokan dan Stabilkan Harga Pangan
Lumbung Pangan Masyarakat akan dibangun di Karimun. LPM merupakan tempat cadangan pangan yang berperan untuk mengatasi atau mencegah krisis pangan.
Penulis: Yeni Hartati |
KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Pembangunan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) di Bangun Sari, Kelurahan Harjosari Kabupaten Karimun, telah dimulai ditandai dengan pengecoran pertama.
LPM merupakan tempat cadangan pangan di suatu daerah yang berperan untuk mengatasi atau mencegah krisis pangan di masyarakat.
Bupati Karimun, Aunur Rafiq bahkan telah melakukan pengecoran perdana dimulainya pembangunan LPM tersebut.
Pembangunan LPM oleh Dinas Pangan dan Pertanian itu, dikerjakan secara padat karya dengan melibatkan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Cahaya Sejahtera.
LPM nantinya akan melakukan kegiatan penyediaan sembilan bahan pokok (sembako) dan bisa menampung produk pertanian di Karimun.
"Adapun tujuan Lumbung Pangan Masyarakat ini untuk menjaga ketersediaan dan harga pangan di Kabupaten Karimun,” ucap Aunur Rafiq, Bupati Karimun.
Secara teknis, harga sembako dan produk pertanian yang ada di LPM akan berada di bawah harga pasar.
“Harga kita minta di bawah pasar, kalau pasar menjual Rp 100 ribu di LPM menjual Rp 95.000. Namun, dengan tetap ada keuntungan dan tidak merugikan petani karena tujuannya untuk menjaga kestabilan harga dan pangannya,” tambahnya.
Baca juga: Curi Ikan, Kapal Berbendera Malaysia Ditangkap Bakamla di Perairan Takong Karimun
Dari segi sosial, lumbung pangan untuk mengantisipasi kekurangan bahan pangan, mengantisipasi ancaman gagal panen akibat alam.
Sementara segi ekonomi, lumbung pangan untuk meningkatkan pengelolaan cadangan kelompok pangan dan pengembangan ekonomi produktif kelompok tani.
Pembangunan LPM tersebut menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik bidang pertanian oleh Dinas Pangan dan Pertanian Karimun yang bersumber dari APBN tahun anggaran 2021 dengan anggaran Rp 287.383.000.
Adapun total DAK yang diperoleh di bidang pertanian, senilai Rp 1,5 miliar yang berasal dari usulan pihaknya pada tahun 2020 lalu.
“Ada Rp 1,5 miliar yang kita dapat tersebar di berbagai tempat untuk kegiatan pembangunan di bidang ketahanan pangan, salah satunya adalah pembangunan LPM ini,” jelasnya.
Diketahui Kabupaten Karimun terdapat tujuh kecamatan yang tergolong ketahanan pangan rentan, hal ini tentunya berdasarkan hasil survey lapangan.
Namun, dari tujuh kecamatan tersebut hanya Kecamatan Tebing yang terakomodir berdasarkan kemampuan kesediaan DAK dan waktu yang tersedia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/12092021-bupati-aunur-rafiq-cor-lumbung-pangan-masyarakat.jpg)