KEPRI TERKINI

BNN Gandeng 5 Instansi Gempur Peredaran Narkoba di Laut Kepri

Badan Narkotika Nasional (BNN) menjalin kerja sama dengan lima instansi cegah penyelundupan narkoba dari laut.

TribunBatam.id/Ronnye Lodo Laleng
Kepala BNN RI, Dr. Petrus Reinhard Golose jalin kerja sama dengan lima instansi di Dermaga Bintang 99, Batu Ampar Batam, Selasa, (14/9/2021). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama lima instansi menjalin kerja sama.

Berlokasi di Dermaga Bintang 99, Batu Ampar, Batam, Selasa (14/9/2021) mereka bersinergi terkait pelaksanaan operasi laut interdiksi terpadu.

Penandatanganan kerja sama tersebut disaksikan secara langsung oleh Kepala BNN RI, Dr. Petrus Reinhard Golose yang sekaligus bertindak sebagai pemimpin upacara dalam pembukaan operasi laut interdiksi terpadu tahun anggaran 2021.

Adapun beberapa hal yang menjadi ruang lingkup dalam kesepakatan itu.

Di antaranya pertukaran dan pemanfaatan data atau informasi, pelaksanaan operasi laut interdiksi terpadu serta pemanfaatan sarana dan prasarana.

Selain tiga butir perjanjian kerja sama tersebut, kelima intansi juga sepakat dalam pelaksanaan kegiatan lain yang berkaitan dengan P4GN sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

Kesepakatan kerja sama lima instansi ini merupakan bentuk jalinan sinergi dan kolaborasi dalam rangka pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) sesuai Inpres No. 2 Tahun 2020 tentang rencana aksi nasional P4GN.

Pembuatan perjanjian bersama tersebut sekaligus sebagai pedoman bagi kelimanya dalam melakukan koordinasi dan kerja sama terkait pelaksanaan operasi laut interdiksi terpadu tersebut.

Kepala BNN RI, Dr. Petrus Reinhard Golose dalam sambutannya mengatakan penyelundupan dan peredaran gelap narkotika melalui jalur laut masih mendominasi di wilayah Indonesia.

"Luasnya perairan Indonesia seolah menjadi celah bagi sindikat jaringan internasional untuk memasukan narkotika yang berasal dari Golden Triangle maupun Golden Crescent ke Indonesia," kata Petrus.

Mencermati kondisi tersebut Badan Narkotika Nasional (BNN) RI terus bersinergi dan berkolaborasi dengan sejumlah instansi terkait guna melakukan pencegatan atau interdiksi di sejumlah wilayah perairan di Indonesia.

Baca juga: Polisi Tangkap Seorang Honorer Nakes Bintan Gegara Narkoba, Kasusnya Kini Ditangani BNN

Baca juga: Ardi Bakrie Jatuh saat Latihan Tinju di Panti Rehab, BNN: Baru Tahu Ada Fasilitas Kick Boxing

Kepala BNN RI, Dr. Petrus Reinhard Golose jalin kerja sama dengan lima instansi di Dermaga Bintang 99, Batu Ampar Batam, Selasa, (14/9/2021).
Kepala BNN RI, Dr. Petrus Reinhard Golose jalin kerja sama dengan lima instansi di Dermaga Bintang 99, Batu Ampar Batam, Selasa, (14/9/2021). (TribunBatam.id/Ronnye Lodo Laleng)

Dikatakannya BNN RI menggandeng lima Instansi lain yakni Kepolisian Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI, dan Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI menggelar operasi laut interdiksi terpadu.

"0perasi tersebut rencananya akan digelar selama 12 hari kedepan terhitung sejak tanggal 14 September sampai dengan 25 September 2021," ungkapnya.

Operasi yang diberi nama gempur narkotika bersama atau Purnama merupakan operasi gabungan dengan melibatkan ratusan personel.

Sebanyak 84 personel diterjunkan dalam operasi laut interdiksi terpadu yang terdiri dari unsur BNN maupun instansi terkait.

Beberapa unsur internal BNN antara lain BNN pusat, BNNP Aceh, BNNP Sumatera Utara, BNNP Riau, BNNP Kepulauan Riau.

Kemudian BNNP Kalimantan Timur, BNNP Sulawesi Selatan, dan BNNP DKI Jakarta.

Sementara, unsur eksternal BNN terdiri dari Ditpolair, Dirjen Bea dan Cukai, Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KLKP), serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Baca juga: CPNS 2021, Kementerian PUPR & BNN Menerima Formasi CPNS dengan Jurusan Ini

Baca juga: Terjerat Kasus Narkoba, Anak Anggota DPRD Kepri Akan Jalani Rehabilitasi di BNN

Adapun sejumlah wilayah yang menjadi target operasi yaitu perairan Selat Malaka, perairan Selat Makassar, Laut Sulawesi, Kepulauan Seribu, serta pelabuhan-pelabuhan yang terhubung dengan wilayah perairan tersebut.

Petrus berharap kerja sama dan kolaborasi dalam kegiatan operasi laut interdiksi terpadu 2021 ini menjadi langkah smash on drugs yang dapat menjaring dan mengungkap jaringan sindikat narkotika internasional dan menyelematkan Indonesia dari ancaman narkoba.

Selain Kepala BNN hadir pula beberapa pejabat lain diantaranya Dirjen Bea dan Cukai, Askolani, Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Laksamana Muda TNI Adin Nurwaluddin.

Direktur Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai Kemenhub, Ir. Ahmad, Kepala Korpolairud Baharkam Polri, Irjen. Pol. Iskandar Bitticaca; Kapolda Kepri Aris Budiman dan beberapa tamu undangan lainnya.(TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Batam

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved