Breaking News:

Cara Menghilangkan Jerawat yang Muncul Jelang Menstruasi

Jerawat menstruasi atau jerawat hormon, muncul setiap bulan menjelang hingga di akhir periode menstruasi. Jerawat muncul sekitar tujuh hingga 10 hari.

freepik.com
Ilustrasi jerawat 

TRIBUNBATAM.id - Selain suasana hati yang gampang naik turun dan perut yang terasa nyeri, para wanita juga dibuat resah dengan munculnya jerawat di wajah menjelang menstruasi.

Seperti namanya, jerawat menstruasi atau jerawat hormon, muncul setiap bulan menjelang hingga di akhir periode menstruasi

Melansir WebMD, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Archives of Dermatology, 63% wanita rentan mengalami jerawat di waktu pra- menstruasi

Jerawat muncul sekitar tujuh hingga 10 hari sebelum permulaan periode menstruasi dan kemudian mereda segera setelah pendarahan dimulai. 

Kaitan jerawat dan menstruasi

Siklus menstruasi rata-rata 28 hari, dan setiap hari ini berbeda secara hormonal.

Spesialis obstetri dan ginekologi Elizabeth Gutrecht Lyster, MD menjelaskan, pada paruh pertama siklus menstruasi, hormon yang dominan adalah estrogen; di babak kedua, hormon utamanya adalah progesterone. Kemudian kadar kedua hormon tersebut turun ke level terendah saat menstruasi makin mendekat," katanya. 

Sementara itu, hormon testosteron pria (dibuat dalam jumlah yang lebih kecil oleh wanita) tetap pada tingkat yang konstan sepanjang bulan. 

"Ini berarti sebelum dan selama menstruasi, testosteron relatif lebih tinggi daripada hormon wanita atau progesterone," kata Lyster. 

Baca juga: Cara Mengajarkan Sikap Tanggung Jawab pada Anak, Mulalah Kenalkan dengan Disiplin

Baca juga: 5 Cara Menghilangkan Ketombe dengan Bahan Alami

Perubahan hormonal ini menyebabkan salah munculnya masalah kulit. Pasalnya, peningkatan progesteron pada pertengahan siklus menstruasi merangsang produksi sebum. Sementara sebum adalah zat berminyak tebal yang bertindak sebagai pelumas kulit alami. 

"Dan saat kadar progesteron meningkat, kulit membengkak, dan pori-pori tertutup," jelas dokter kulit Audrey Kunin, MD, dari DERMAdoctor.com. 

Selain itu, kadar testosteron yang lebih tinggi di sekitar periode menstruasi juga akan mengaktifkan kelenjar sebaceous untuk membuat lebih banyak sebum.

Dikatakan dr. Kunin, sebum menghasilkan efek yang berbeda pada wanita yang berbeda. Bagi sebagian orang, sebum seakan menghasilkan kulit sehat yang bercahaya, se,emtara pada yang lain, sebum menciptakan lapisan minyak yang kronis.

"Minyak menyediakan makanan untuk bakteri P. acnes. Bakteri ini menyebabkan peningkatan jerawat dan peradangan di sekitar waktu periode menstruasi," kata Kunin.

Baca juga: Cukup 5 Menit, Cara Ini Ampuh Hilangkan Uban agar Tak Tumbuh Lagi

Baca juga: Trik dan Cara Menurunkan Berat Badan saat Usia 40 Tahun, Pilihlah Karbohidrat Berkualitas

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved