ANAMBAS TERKINI
Belajar Tatap Muka di Anambas, Satu Kelas Dibagi 2 Sif, Ini Respons Orang Tua Siswa
Sejumlah sekolah di Anambas sudah mulai menerapkan belajar tatap muka dengan penerapan protokol kesehatan. Seperti di SMPN 5 dan SDN 004 Batu Tambun
Kepala SDN 004 Batu Tambun, Amin mengatakan satu kelas memiliki murid sebanyak 50 orang.
"Kita bagi dua sif, dan masuknya juga pakai jam, dari pukul 07.30 WIB, 07.45 WIB. Jadi seminggu itu ada kelas yang belajar daring dan ada yang PTM, itu untuk kelas 1-5.
Sedangkan kelas 6 baru dibagi 2 sift, tidak ada istirahat," kata Amin.
Orang Tua Harap PTM Terus Berlanjut
Sejumlah orang tua siswa merasa senang dan lega sejak PTM di Kabupaten Kepulauan Anambas dimulai.
Setelah beberapa bulan lamanya anak-anak belajar secara online atau daring, banyak orang tua yang mengeluhkan kesulitan dalam mengajar anak di rumah.
Belajar di rumah atau online ini dikatakan orang tua murid tidak efektif.
Beberapa kendala yang mereka alami mulai dari sulitnya akses sinyal internet, kekurangan pengetahuan, dan masalah perekonomian yang mengharuskan orang tua membeli paket internet.
Seperti ungkapan salah satu orang tua murid di SDN 004 Batu Tambun, Heri (38). Pria yang memiliki anak di bangku kelas 2 ini merasa bersyukur dan sedikit lega bahwa sekolah sekarang sudah mulai tatap muka.
"Aduh online kemarin tu susah sekali kami. Kita juga kadang ada kerjaan di luar, tak bisa kontrol anak ni belajar, terpaksalah anak belajar sendiri, kadang bukannya belajar malah main game," ujar Heri kepada Tribun Batam, Selasa (21/9/2021).
Selain tidak bisa mengontrol anak saat belajar daring, Heri juga harus merogoh saku sebesar Rp 400 ribu untuk membeli kuota sang anak agar bisa belajar daring.
"Paket data saja saya habis Rp 400 untuk anak saya yang di SD dan SMA. Mudah-mudahan sekolah tetap tatap muka, tak usah belajar di rumah lagi," ungkapnya.
Heri berharap PTM ini bisa terus berlanjut, sehingga anak mendapatkan pendidikan yang semestinya.
Menurutnya jika belajar secara daring atau belajar di rumah orang tua kesulitan dalam membeli paket internet.
Sementara itu hal yang sama juga dirasakan oleh Juliana (34), memiliki dua orang anak yang duduk dibangku SD dan SMP membuat Juliana harus ekstra memberikan perhatian kepada sang anak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/2109belajar-tatap-muka-di-anambas.jpg)