ANAMBAS TERKINI
Belajar Tatap Muka di Anambas, Satu Kelas Dibagi 2 Sif, Ini Respons Orang Tua Siswa
Sejumlah sekolah di Anambas sudah mulai menerapkan belajar tatap muka dengan penerapan protokol kesehatan. Seperti di SMPN 5 dan SDN 004 Batu Tambun
ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Sejumlah sekolah di Kabupaten Kepulauan Anambas telah memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
Tepatnya di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Siantan.
Berdasarkan Instruksi Bupati Kepulauan Anambas dari hasil rapat seluruh Kepala Sekolah, Dinas Pendidikan, dan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, disepakati bahwa PTM sudah bisa digelar dengan penerapan protokol kesehatan.
Salah satu sekolah yang sudah menerapkan PTM yakni SMPN 5 Batu Tambun.
Kepala SMPN 5 Batu Tambun, Alex mengatakan, selama pembelajaran tatap muka ini pihaknya menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
"Seperti air cuci tangan, thermogun, kelas juga kita setting dengan jarak. Jadi kita buat sif-sif-an. Ada dua sif," ujar Alex, pada Selasa (21/9/2021).
Setiap kelas dibagi menjadi dua sif, yaitu sif pagi dan sif siang. Setiap kelas diketahui jumlah siswanya 20 hingga 26 orang.
Baca juga: Hari Pertama Belajar Tatap Muka di SMPN 20 Batam, Siswa Tak Sabar Masuk ke Lokal
Baca juga: Sejumlah Sekolah di Batam Belum Buka Belajar Tatap Muka, Ini Penjelasan Kepsek
"Jadi satu kelas sekarang diisi 10, ada yang 8 orang siswa. Tergantung jumlah per kelasnya. Kita bagi seperti ini supaya gurunya juga bisa mengajar secara maksimal," jelas Alex.
Berdasarkan instruksi tim gugus tugas, maksimal ruangan kelas itu diisi oleh 20 orang murid.
Alex menjelaskan, prosedur pembelajaran tatap muka ini, murid yang akan memulai pembelajaran terlebih dahulu harus dicek suhu tubuh, mencuci tangan, menggunakan masker.
"Kita juga ada bagi masker untuk anak-anak ini. Kalau mereka lupa bawa akan kita kasih ke anak ini," kata Alex.
Sejak dimulainya PTM, baik pihak sekolah dan anak serta orang tua murid sangat senang. Sebelum PTM dimulai sekolah harus melakukan sosialisasi terlebih dahulu dengan orang tua murid.
"Mereka memang sangat berharap meminta PTM, bahkan saat sosialisasi kita ada kasih opsi ke orang tua murid. Ada yang PTM itu dua kali seminggu, satu opsi lagi kita buat PTM full.
Dari permintaan orang tua mereka minta PTM full, ya keluhan mereka itu di internet. Karena kadang tidak ada pulsa," ungkapnya.
Sementara itu di salah satu Sekolah Dasar (SD) Negeri 004 Batu Tambun, juga sudah membuka PTM. Sama halnya dengan SMPN 5 Batu Tambun, SDN 004 Batu Tambun juga membagi sif pembelajaran di kelas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/2109belajar-tatap-muka-di-anambas.jpg)