Mengenal Lebih Dekat Masjid Al Mubaraq, Masjid Tertua di Karimun dan Sejarahnya
Tribun Batam sempat berbincang dengan Ketua Pengurus Masjid Al Mubaraq, Raja Syirwansyah terkait sejarah masjid tertua di Karimun ini. Simak di sini
Penulis: Yeni Hartati | Editor: Dewi Haryati
Dengan berakhirnya masa kesultanan Amir ke empat, Raja Abdullah perwakilan kesultanan yang berada Pulau Karimun, maka terbentuk NKRI.
Seiring berjalannya waktu, Masjid Al Mubaraq telah dilakukan renovasi pada bagian sayap kanan dan sayap kiri masjid. Namun masih mengedepankan seni arsitektur bangunan masjid tradisi melayu atau masih memiliki ciri khas melayu.
Keindahan lainnya, terlihat dari sisi pintu masuk Masjid Al Mubaraq terdapat bacaan ayat suci Al Quran yang bermakna masjid yang didirikan berdasarkan keimanan dan ketakwaan.
Tidak hanya itu, terdapat pula kata Karimun atau kata Karim yang berarti mulia.
Kemudian, ketika berada di tengah bagian dalam masjid, terlihat empat tiang yang kokoh. Tiang tersebut memiliki arti dengan menandakan empat sahabat di antaranya Abubakar, Umar, Usman, dan Ali.
Selain itu, mimbar untuk ceramah yang didesain ala Turki dan Eropa, kemudian menggambarkan ciri khas adat melayu seperti pucuk rebung. Hanya orang-orang terpilih atau alim ulama yang menaiki mimbar ini.
Desain sulaman mimbar tersebut juga sama seperti desain masjid di Pulau Penyengat yang menunjukan ciri khas melayu.
Masjid Al Mubaraq mampu menampung 200 jemaah. Setiap salat Jumat, masjid tertua di Karimun itu penuh dan membludak dengan ramainya jemaah.
(Tribunbatam.id/YeniHartati)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita tentang Karimun
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/2309masjid-al-mubaraq-di-karimun.jpg)