12 Mal di Batam Kena Sidak Disperindag, Soal Penerapan Aplikasi PeduliLindungi
Disperindag Batam sidak ke 12 mal di Batam, di hari pertama penerapan aplikasi PeduliLindungi. Ini temuannya
Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Dewi Haryati
Kegiatan ini akan berlangsung selama seminggu ke depan. Diawali dengan mal dan selanjutnya pasar, swalayan termasuk minimarket.
Penerapan ini didahului dengan surat edaran dan sebelumnya pihak Disperindag sudah menggelar rapat koordinasi dengan pihak mal dan Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asprindo) khusus Batam.
Sejauh ini koordinasinya sangat bagus sehingga pelaksanaan PeduliLindungi ini kedepan bisa berjalan dengan baik.
"Sejauh ini untuk penerapan di mal saya rasa tidak masalah, dan yang menjadi tantangan besar kami adalah pasar, karena ibu-ibu yang ke pasar tidak membawa handphone. Di tambah lagi pasar memiliki banyak akses pintu masuk sehingga untuk sementara petugas masih mengimbau lewat microphone saja terlebih dahulu," kata Gustian.
Di dalam pemberlakuan PeduliLindungi ini, khusus untuk anak-anak usia 12 tahun ke bawah tetap boleh masuk ke mal ataupun pasar namun harus wajib di awasi oleh orangtuanya.
Sementara di atas 12 tahun maka sudah wajib menunjukkan surat vaksinasi.
Apabila masyarakat tidak memiliki handphone android maka boleh masuk, asal bisa menunjukkan kartu vaksinasi.
"Alhamdulillah pada malam ini, kami mendapatkan rata-rata masyarakat sudah divaksinasi dan belum ada kendala yang berarti.
Terima kasih kepada masyarakat yang sudah peduli dengan hal ini, dan sudah mengikuti peraturan pemerintah," ungkapnya lagi.
Gustian mengimbau kepada pengelola pelayanan publik seperti pasar, mal serta masyarakat Batam agar apapun ceritanya, wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi dan membawa kartu vaksin.
Apabila pihak mal ataupun pasar tidak melakukan hal itu, maka pihak Pemerintah Kota Batam dalam hal ini Disperindag akan memberikan tindak lanjut seperti surat peringatan dan teguran lainnya.
"Hasil turun ke lapangan pada malam ini, akan kami laporkan kepada Wali Kota Batam dan akan diteruskan ke Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dengan tujuan agar masyarakat merasa penting akan vaksinasi untuk dirinya sendiri dan juga untuk masyarakat luas. Pada intinya agar Batam ke depan bebas dari Covid-19," harapnya.
Sementara itu, Deputi GM. Grand Batam Mall Yanto saat ditemui Tribun Batam mengatakan, di hari pertama ini rata-rata pengunjung mal yang datang ke Grand Batam mall ini sudah menyiapkan aplikasi PeduliLindungi. Sehingga sejauh ini belum ada persoalan yang berarti.
"Saya rasa masyarakat sudah tahu dan memahami hal ini, karena sudah jauh-jauh hari kami dari pihak mal juga sudah melakukan sosialisasi via zoom meeting dan juga di pintu masuk mal," ungkapnya.
Yanto mengaku sebagai pengusaha pasti selalu mengikuti anjuran dan peraturan pemerintah yang ada di Batam, karena hal ini menyangkut kepentingan masyarakat luas.
Ia berharap dengan adanya aturan seperti ini ke depan tidak ada lagi yang namanya mal ditutup. Sehingga roda ekonomi berputar dan kehidupan kembali normal seperti dulu lagi.
(TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita tentang Batam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/2609sidak-realisasi-pedulilindungi-di-batam.jpg)