Tekan Penyebaran Kasus Covid-19, Dinkes Batam Perketat Testing, Tracing, Treatment
Contact tracing atau pelacakan kontak erat pasien Covid-19 adalah bagian dari 3T (testing, tracing, treatment) untuk memutus rantai penyebaran Covid-1
Penulis: Thom Limahekin | Editor: Thom Limahekin
Upaya ini agaknya telah dilakukan di sejumlah puskesmas Kota Batam, satu di antaranya adalah Puskesmas Sekupang.
Kepala Puskesmas Sekupang, dr. Desi Atry mengatakan, peningkatan tracing pasien Covid-19 hingga 15 orang sudah berlangsung selama ini.
Umumnya mereka yang di-tracing ini pernah melakukan kontak langsung dan erat dengan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19
"Alhamdulilah kita sudah laksanakan," ujar Desi.
Menurut Desi, 15 orang yang terindikasi kontak erat dengan pasien positif Covid-19 akan menjalani Tes Antigen. Ini menjadi tahapan lanjutan yang dikenal dengan testing.
Adapun proses testing terhadap mereka yang pernah berkontak erat akan dilakukan sebanyak dua kali.
Testing pertama yakni entry test dan jika positif langsung diusulkan untuk isolasi mandiri baru dilanjutkan dengan swab PCR.
Jika hasilnya negatif, maka dianjurkan untuk melakukan karantina mandiri selama lima hari.
"Setelah lima hari kami ulang testing rapid antigen yang disebut sebagai exit test. Jika negatif maka dia dibebaskan dari karantina. Tapi jika positif maka dilanjutkan dengan swab PCR sambil diisolasi mandiri," ungkap dr. Desi.
Dari sekian banyak upaya penanganan Covid-19, tracing menjadi langkah penting yang harus dilakukan.
Dengan melacak orang-orang yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien, maka penularan yang lebih luas bisa dicegah.
Baca juga: Dinkes Batam Tingkatkan Tracing, Satu Kasus Covid-19 Target 15 Orang
Adapun 3 manfaat tracing yang paling utama untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, yakni:
Identifikasi
Mengidentifikasi waktu dan tempat terjadinya kontak erat dengan pasien Covid-19.
Informasi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/1108tes-antigen.jpg)