Jumat, 12 Juni 2026

TREN Kasus Covid-19 di Kepri Melandai, Tjetjep Yudiana Ingatkan Warga Belajar dari Singapura

Kasus Covid-19 di Provinsi Kepri sudah menurun drastis. Rata-rata dalam sehari jumlah kasus dari setiap kabupaten dan kota berada di bawah angka 10.

Tayang:
Penulis: Thom Limahekin | Editor: Thom Limahekin
TribunBatam.id/Istimewa
COVID-19 DI KEPRI - Juru bicara Satgas Penanganan Covid 19 Kepri, dr Tjetjep Yudiana, Minggu (9/5/2021). 

Editor: Thomm Limahekin

TRIBUNBATAM.id, KEPRI – Kasus Covid-19 di Provinsi Kepri sudah menurun drastis. Rata-rata dalam sehari jumlah kasus dari setiap kabupaten dan kota berada di bawah angka 10.

Misalkan saja, jumlah pasien Covid-19 di Kepri pada Rabu, 29 September 2021 mencapai 23 orang.

Jumlah ini terdiri dari 3 orang dari Kota Batam, 7 orang dari Kota Tanjungpinang,

4 orang dari Kabupaten Karimun, 4 orang dari Kabupaten Kepulauan Anambas, 1 orang dari Kabupaten Lingga dan 4 orang dari Kabupaten Natuna.

Jumlah kasus dengan grafik yang kian melandai menjadi kabar baik bagi seluruh masyarakat Kepri.

Namun, seluruh masyarakat tetap diminta untuk mewaspadai gelombang ketiga kasus Covid-19 yang bisa saja terjadi jika protokol kesehatan Covid-19 tidak diperhatikan secara baik.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana sendiri mengaku khawatir kasus Covid-19 di Singapura bisa terjadi di Kepri.

Baca juga: Tekan Penyebaran Kasus Covid-19, Dinkes Batam Perketat Testing, Tracing, Treatment

VAKSINASI - Gubernur Kepri, Ansar Ahmad saat menghadiri agenda vaksinasi Covid-19 khusus ibu hamil dan menyusui di RS Hj Bunda Halimah Batam, Minggu (26/9/2021).
VAKSINASI - Gubernur Kepri, Ansar Ahmad saat menghadiri agenda vaksinasi Covid-19 khusus ibu hamil dan menyusui di RS Hj Bunda Halimah Batam, Minggu (26/9/2021). (TRIBUNBATAM.id/Ichwan Nur Fadillah)

“Kita harus belajar dari kasus Covid-19 yang terjadi di negara tetangga kita,” ungkap Tjetjep kepada TRIBUNBATAM.id, Rabu (29/9/2021) siang.

Tjetjep menjelaskan, Singapura merupakan negara yang paling ketat menerapkan aturan protokol kesehatan paling ketat terhadap warganya.

Selain itu, Pemerintah Singapura sudah memvaksin warganya dengan persentase di atas 80 persen.

Bahkan negara tersebut sampai mencanangkan untuk hidup berdampingan dengan Covid-19.

“Namun, jumlah kasusnya meningkat lagi. Yah, itu terjadi karena warganya kurang taat pada protokol kesehatan,” tegas Tjetjep.

Mantan Kepala Dinkes Provinsi Kepri itu kemudian mengingatkan seluruh masyarakat Kepri agar tidak lengah terhadap penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Sebab, dengan memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan,  mencuri tangan pada air yang mengalir dan menjaga daya tahan tubuh, siapapun bisa terhindari dari Covid-19.

Baca juga: Masih Banyak yang Enggan, Capaian Vaksinasi Covid-19 Masyarakat Singkep Selatan di Bawah 50 Persen

VAKSINASI - Petugas Kesehatan sedang melayani vaksinasi remaja dan dewasa di lantai 2 kampus Politeknik Negeri Batam yang digelar PII.
VAKSINASI - Petugas Kesehatan sedang melayani vaksinasi remaja dan dewasa di lantai 2 kampus Politeknik Negeri Batam yang digelar PII. (TRIBUNBATAM.id/Ronnye Lodo Laleng)
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved